Budaya Benteng Diri Cegah Fraud

Badung Seni Budaya
Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat membuka acara National Anti Fraud Conference (NAFC) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Rabu (10/7/2019).

MANGUPURA, Kilasbali.com – Kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini di satu sisi memberi nilai positif bagi kehidupan manusia namun disisi lain juga memberi efek negatif seperti adanya praktek fraud baik itu berupa kecurangan, penipuan dan perbuatan licik hingga korupsi yang tidak hanya terjadi dalam dunia perbankan, pemerintahan, namun hampir disetiap lini kehidupan masyarakat.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutannya pada acara National Anti Fraud Conference (NAFC) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, dalam upaya mencegah, meminimalisir terjadinya fraud, maka harus kembali pada nilai nilai budaya luhur yang kita miliki dan menjadikan hal tersebut sebagai benteng diri untuk mencegah tindakan fraud. “Dalam Agama Hindu kita mengenal dengan adanya sekala dan niskala, perbuatan yang kita lakukan secara sekala nantinya akan kita pertanggung jawabkan secara niskala, ada hukum karma phala. Untuk itu kita jadikan nilai budaya yang sangat kuat ini sebagai benteng, mencegah kita dari segala bentuk tindakan fraud,“ imbuhnya.

Lebih jauh, Dewa Indra menyampaikan, Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat kerthi Loka Bali sangat sejalan dalam berbagai upaya mencegah dan meminimalisir terjadinya praktek fraud khususnya di Pemerintahan. Pemprov Bali selalu terbuka bahkan mendorong partisipasi seluruh komponen masyarakat dengan meningkatkan partisipasi publik dalam penyelenggraan pemerintahan daerah. Pemprov Bali telah membangun sistem perencanaan dan penganggaran secara online melalui aplikasi e-planning dan e-budgeting.

Dengan demikian, kata Sekda, pemerintahan diharapkan dapat berjalan dengan bersih, bertanggung jawab dan tentu saja tidak ada praktek fraud di dalamnya. “Kita berkomitmen mewujudkan good governance, pemerintahan yang transparan tanpa ada praktek fraud didalamnya. Mari kita bekerja dengan sebaik baiknya membangun sistem yang bersih dan berintegritas,“ tuturnya.

NAFC 2019 yang dibuka secara resmi oleh Sekda Dewa Indra yang ditandai dengan pemukulan gong ini berlangsung dari tanggal 10-11 Juli 2019 ini mengangkat tema “Embracing Technology to Sustain Economic Growth – Anti Fraud Perspective”. Konferensi yang dihadiri oleh pihak Perbankan, BUMN, para auditor, pemerintah maupun para mahasiswa ini juga diisi dengan panel diskusi serta seminar dengan menghadirkan pembicara dari Anggota II Badan Pemeriksa Keuangan RI Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA. (rls/kb)