Bupati Mahayastra Pastikan Tidak Ada Bantuan Lewat Terus

Gianyar
Bupati Mahayastra Pastikan Tidak Ada Bantuan Lewat Terus

GIANYAR, Kilasbali.com – Seluruh warga Gianyar dipastikàn mendapat bantuan akibat dampak Pandemi Covid-19. Karena itu, 28 ribu paket sembako yang disiapkan hanya untuk KK berdampak yang selama ini belum kebagian. Bagi masyarakat yang tidak masuk daftar penerima bantuan dipastikan adalah KK yang masuk katagori mapan sesui penilaian di desanya masing-masing. Hal tersebut ditegaskan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Senin (13/7/2020).

Didampingi pimpinan DPRD Gianyar, Bupati Mahayastra menyebutkan pembagian sembako ini merupakan upaya Pemkab Gianyar atas usulan DPRD Gianyar terkait adanya polemik di masyarakat. Karena itu, pendataannya pun kini terus diupdate sebelum pelaksanaannya.

Di mana KK yang menerima sembako ini adalah KK yang sebelumnya memang belum pernah mendapat bantuan. Sehingga tidak hanya mereka yang sudah menerima bantuan sembako dari Pemerintah, termasuk pula penerima BLT, BST, stimulus, BHKH dan lainnya tidak bis amendapat bantuan sembako ini.

“Kami tidak ingin ada istilah Bantuan Lewat Terus yang kerap diplesetkan dari singkatan BLT. Kalaupun ada warga yang tidak dapat, berarti warga bersangkutan memang tidak masuk dalam daftar tercecer atau memang tidak masuk katagori keluarga kurang mapan yang terdampak sesuai keputusan di masing-masing desa. Jadi, barometer mapan dan tidaknya  ada di desa berdasarkan musdessus,” ungkapnya.

Baca Juga:  BNNK Gianyar Apresiasi Langkah Kodim Gianyar Gelar Tes Urine Secara Rutin

Mengenai persiapan Bupati Mahayastra, juga megaku sudah melakukan pengawasan ketata untuk mengantisipai terjadi peyimpangan. Karena  setiap satu paket sembako bernilai sekitar Rp 400.000 yang berisi beras 25 kg, gula, kopi, susu dan sabun mandi.

“Kalau ada ketimpangan misalnya beras 25 kg namuan hanya diterima 24 kg, pihak penyedia dipastikan akan bertanggunjawab secara hukum,” tegasnya.

Lanjutnya, permasalahan yang timbul dalam pemberian bantuan sebelumnya juga terus dievaluasi dan dikomunikasikan. Bahkan dari hasil evaluasi banyak  terjadi salah pengertian antara warga dan prajuru atu aparatur di desa.

Karena itu, untuk menghindari polemik di masyarakat, Pemerintah berupaya memenuhi bantuan masyarakat yang tercecer melalui pembagian sembako tahap kedua ini.

“Dari laporan pendataan pandataan yang kami terima, dari 28 .000 sembako yang kami siapkan, ada sekitar 13 ribu  KK kurang mapan yang terdaftar dari laporan Musdessus di masing-masing desa,” ujarnya.

Baca Juga:  Listrik Byarpet, Warga dan Penghobi Koi Resah

Terbanyak, kata dia, di Sukawati mencapai 5 ribu KK, lanjut Gianyar, Ubud dan seterusnya. “Jadi yang belum dapat pasti terdata sebagai penerima sembako ini. Kalau tidak terdaftar tentunya tidak masuk dalan daftar KK kurang mapan sebagaimana diputuskan oleh desanya masing-masing,” terangnya.

Lanjutnya, dalam Pandemi Covid -19 ini, pihaknya ingin smeua pihak untuk melaksanakan bhaktinya.  Karena itupula, meski dalam masa Pandemi, pembangunan fisik di Gianyar tetap dilaksanakan dengan pertimbangan pembangunan harus tetap jalan.

Seperti Pembangunan Pasar Gianyar, Pembangunan di RSU Sanjiwani Gianyar, Pembangunan RS Payangan, Puspem Payangan, Revitalisais Lapangan Astina dan penataan kota, semua tetap jalan dengan anggaran tota senilai  Rp 700 miliar lebih.

“Mungkin Gianyar satu-satunya kabupaten yang memeilki pembanguan fisik dalam skala besar disaat pandemi ini. Ini karena wujud bhakti kami untuk Gianyar,” terangnya.

Sementara Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, mengungkapkan,  pembagian sembako kali ini adalah langkah besar Pemkab Gianyar atas dorongan DPRD Gianyar.

Baca Juga:  BLT Pelaku UMKM Tahap II Diperpanjang Hingga November Ini

Diakuinya, dalam pelaksanaan membutuhkan kehai-hatian agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan  di masyarakat. Karena itu, pihak berharap semua pihak, khususnya aparatur desa mencermati data perbaikan dan tidak adalah kesan salah menyalahkan.

“Bantuan sembako ini adalah upaya Pemkab Gianyar untuk memastikan semua KK yang membutuhkan tercover dan tidak aja juga penerima bntuan ganda. Di mana sebelumnya memang masih ada KK yang tercecer. Jadi masing-masing pemegang otortas wajib bertanggungjawab penuh dan tidak lagi melempar kesana sani hingga ke wakil rakyat pun di sebut-sebut. Ingat, tanpa persetujuan kami di DPRD Gianyar untuk penganggarannya, program ini juga tidak bisa jalan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk tahap kedua Bupati Gianyar, mengelontor sembako yang jumlahnya hingga empat kali lipat lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang dikelaurkan untuk sembako ini mencapai Rp 11 miliar. Selain KK Miskin, penerima sembako kali ini adalah seluruh masyarakat yang kena dampak Pandemi Covid-19. (ina/kb)