Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar dan FKUB Sepakati Pengaturan Kegiatan Keagamaan

Birokrasi Denpasar
Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar dan FKUB Sepakati Pengaturan Kegiatan Keagamaan

DENPASAR, Kilasbali.com – Peringatan hari keagamaan pada Bulan Mei 2021 di Kota Denpasar mendapatkan perhatian dari Pemkot Denpasar dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam mencegah klaster baru covid-19.

Perayaan hari besar keagamaan tersebut meliputi Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Hari Raya Waisak.

Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 13-14 Mei mendatang sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik lebaran tahun 2021 dalam mengantisipasi lonjakan kasus covid-19

“Diharapkan bersama-sama OPD terkait dan pemuka agama melakukan sosialisasi bersama disamping dari arahan Presiden RI terkait larangan mudik maupun langkah bersama dalam menekan angka kasus covid-19 serta pelaksanaan vaksinasi di Kota Denpasar yang saat ini telah masuk pada zona orange yang tidak boleh lengah,” tegasnya, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:  MPP Kota Denpasar Tutup Saat Libur Idul Fitri, Buka Kembali Tanggal 17 Mei

Kadek Agus juga menjelaskan Pemkot Denpasar tidak melarang pelaksanaan kegiatan keagamaan di Kota Denpasar, namun dapat dilakukan pengaturan dengan tetap disiplin prokes, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan rutin mencuci tangan.

Antisipasi bersama pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang telah disepakati dilaksanakan di dalam masjid, serta prosesi lainnya yang tetap memperhatikan prokes.

Baca Juga:  Update Covid-19 Kota Denpasar, Pasien Sembuh Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 36 Orang

“Tentu ini telah menjadi pertimbangan bersama saudara umat Islam di Kota Denpasar untuk bersama-sama melakukan antisipasi penyebaran kasus covid-19,” imbuhnya.

Sementara Ketua FKUB Denpasar, Prof. Nyoman Budiana menyampaikan umat Islam di Kota Denpasar telah melakukan kesepakatan melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid dan Mushola sesuai surat edaran dari Kementerian Agama.

Hal ini juga telah disampaikan Ketua MUI Denpasar, KH Saefudin Zaeni dengan prosesi Takbiran juga dilaksanakan di dalam Masjid yang melibatkan 12 orang.

Disamping itu pelaksanaan halal bihalal yang melibatkan banyak orang tidak dilaksananakan. Tentu antisipasi ini tidak mengurangi makna dan kesucian dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga:  Jaya Negara Tinjau Posko Penyekatan Mudik, Mobilitas Pemudik Tahun Ini Turun

Beberapa hari raya dari umat Katolik, dan umat Buddha, pada Bulan Mei 2021 ini juga sepakat pada pengaturan kegaiatan serta disiplin protokol kesehatan. Disamping itu juga dalam imbauan larangan mudik tahun ini juga akan dilaksanakan sosialisasi kepada umat, yang nantinya dapat bersama-sama memberikan pemahaman serta antisipasi bersama.

“Satgas covid Pemkot Denpasar telah bekerja maksimal dalam menekan kasus dan melakukan langkah-langkah menekan kasus covid-19. Kami FKUB mengharapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri suadara Muslim dapat berjalan dengan baik, dan kesehatan dapat diperhatikan yang berkaitan dengan prokes,” ujarnya. (rls/*kb).