Cok Ace Ajak ICA Bangun Pariwisata dalam Tatanan Era Baru

Gianyar Pariwisata
Cok Ace Ajak ICA Bangun Pariwisata dalam Tatanan Era Baru

GIANYAR, Kilasbali.com – Dalam membangun pariwisata, pemerintah tidak akan mampu mengerjakan sendiri, di sini diperlukan keterlibatan komponen di dalamnya seperti organisasi-organisasi profesional yang ada di Bali.

“Chef adalah salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam ikut mewarnai indahnya dunia pariwisata tersebut karena kuliner sudah menjadi bagian penting yang menjadi daya tarik wisata,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam acara Pelantikan Indonesian Chef Association (ICA) di Hotel Royal Pitamaha, Ubud, Gianyar, Minggu (6/9/2020).

Cok Ace mengatakan, saat ini pariwisata Bali ditempa ujian yang sangat berat. Pandemi Covid-19 ini telah menimbulkan dampak luas dan serius dalam berbagai bidang kehidupan seperti kesehatan, sosial, dan ekonomi termasuk pariwisata.

“Saya mengajak semua kalangan pariwisata termasuk ICA mengambil momentum ini untuk bergerak bersama, bersatu melawan pandemi ini sehingga pariwisata Bali bisa segera pulih,” ujarnya di hadapan puluhan chef profesional dari berbagai hotel dan restoran di Bali.

Baca Juga:  Piala Dunia U-20, Momentum Kebangkitan Kepariwisataan Bali

Menurutnya data terakhir kasus Covid di Bali hingga saat ini tercatat 6.071 kasus dengan angka kesembuhan sekitar 81,16% dan angka kematian terus meningkat hingga 1,38%.

“Meskipun angka ini relatif kecil dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, akan tetapi beberapa hari terakhir terjadi lonjakan yang cukup tajam dan kita harus waspada,” gugahnya.

Selain masyarakat, sebut dia, seluruh pelaku pariwisata diharapkan bisa melaksanakan protokol kesehatan dan fasilitas-fasilitas pariwisata yang dikelola.

“Sebagai orang yang bergerak di dunia pariwisata, kita harus menjadi pelopor dalam menunjukkan disiplin penerapan protokol kesehatan. Dan saya apresiasi asosiasi pariwisata yang berinisiatif untuk melakukan standarisasi protokol kesehatan pada tempat wisata berdasarkan tatanan kehidupan era baru,” imbuh Guru Besar ISI Denpasar tersebut.

Ia juga mengaku awalnya pemprov Bali berencana untuk membuka pariwisata pada tanggal 11 September ini untuk dunia internasional. Namun sekali lagi, kewenangan itu ada di pemerintah pusat.

Baca Juga:  "CEO Goes to BALI" Gairahkan Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19

“Selama Permenkumham RI nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara RI masih berlaku, maka Bali pun harus taat akan aturan itu,” jelasnya.

Selain itu ia mengaku Indonesia masih termasuk zona merah, sehingga pemerintah negara sahabat juga masih melarang warganya untuk bepergian ke Indonesia.

“Belum ada satupun negara di dunia yang memberlakukan kebijakan untuk mengizinkan warganya berwisata ke luar negeri. Untuk itu, saat ini mari tugas kita bersama untuk membangun citra masyarakat Bali dengan patuhi protokol kesehatan. Kita tunjukkan ke dunia bahwa Bali sangat peduli dan mampu mengendalikan Covid-19 ini,” tandasnya.

Baca Juga:  4.000 Orang Akan Promosikan Bali Lewat Edutrip We Love Bali

Sementara itu Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Gianyar AA Gede Putrawan mengaku sangat mengapresiasi dilantiknya pengurus ICA untuk periode tiga tahun ke depan.

Ia berharap ICA bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, apalagi saat ini pariwisata Gianyar tepatnya di Ubud tengah berjuang untuk menjadi pariwisata gastronomi yang akan menjual berbagai khas makanan tradisional Bali.

“Ini tugas berat para Chef untuk menarik minat wisatawan nanti di bidang kuliner,” jelasnya seraya mengatakan saat ini penilaian menuju pariwisata gastronomi telah melalui tahapan ketiga. (rls/kb)