Cok Ace Ground Breaking Gedung Rehabilitasi NAPZA dan Geriatri RSJ Bali

Bangli Ceremonial Pemerintahan
Foto: Wagub Cok Ace saat ground breaking Gedung Rehabilitasi NAPZA dan Gedung Perawatan Geriatri, UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, di Kabupaten Bangli, Sabtu (13/7/2019).

BANGLI, Kilasbali.com – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra serta beberapa Kepala OPD Pemerintah Provinsi Bali, melakukan ground breaking Gedung Rehabilitasi NAPZA dan Gedung Perawatan Geriatri, UPTD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, di Kabupaten Bangli, Sabtu (13/7/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, pembangunan gedung tersebut dilatarbelakangi oleh kelayakan gedung Rehabilitasi Napza yang sudah tidak layak, di mana kapasitas yang ditampung selama ini hanya sampai 19 orang pasien saja, sehingga kondisi ruangan sudah tidak representatif.

Foto: Wagub Cok Ace saat melakukan ground breaking.

“Saat ini RSJ Provinsi Bali juga belum memiliki ruangan khusus untuk pelayanan geriatri atau usia lanjut. Dan dalam mendukung salah satu program nasional maka dipandang perlu untuk membuat ruangan yang khusus sesuai dengan persyaratan ruang geriatri/usia lanjut.,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketut Suarjaya mengatakan, perencanaan proses pembangunan gedung tersebut sudah dimulai sejak tahun 2018 sehingga proses pembangunan dapat dimulai pada tahun 2019. “Sesuai kontrak, maka pembangunan kedua gedung ini akan selesai dalam kurun waktu 180 hari,” sebutnya.

Sementara terkait sumberdaya yang akan mendukung operasional kedua layanan tersebut, saat ini pihaknya sudah memiliki beberapa SDM yang dibutuhkan dan sedang proses mengikuti pelatihan-pelatihan.

“Saya harap pembangunan gedung ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan,” pungkasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan tersebut juga merupakan rangkaian dari upacara mecaru dan ngeruak sebagai simbol sekala serta niskala bahwa pembangunan tersebut sudah dapat dilakukan. Di mana upacara tersebut dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Kedatuan Kawista Belatungan. (kb)