Dampak Corona, HUT Kota Gianyar Bakal Tanpa Pawai Kesenian

Gianyar
Foto: Latihan pawai yang diminta Sekda Gianyar agar segera dihentikan.

GIANYAR, Kilasbali.com – Pawai kesenian yang rutin digelar setiap satu tahun sekali serangkain HUT Kota Gianyar, untuk tahun ini dipastikan ditiadakan. Demkian juga ragam lomba dibatakan dan hanya diadakan Apel Bendera. Keputusan ini diambil oleh Pemkab Gianyar untuk melaksanakan kebijakan pemerintah pusat, guna mengurangi kerumuman antar individu akibat merebaknya kasus virus corona.

Sekda Wisnu Wijaya mengatakan, HUT Kota yang biasanya meriah dengan berbagai lomba dan pawai disertai pameran, untuk tahun ini ditiadakan. “Mulai pawai, lomba penjor dan kegiatan yang menyangkut kerumunan warga ditiadakan, hanya  ada pelaksanaan apel Bendera,” ungkapnya, Senin (16/3/2020).

Untuk itu, duta –duta kecamatan  dari desa, yang selama ini melaksanakan kegiatan latihan, diminta dihentikan dan dana pelaksanaan HUT Kota Gianyar akan dikembalikan ke kas daerah.

“Yang jelas pawai, lomba penjor dan lomba yang melibatkan kerumunan warga ditiadakan. Ini demi pemulihan,” ujarnya.

Terkait dengan merumahkan pegawai sampai tanggal 30 Maret nanti, Sekda Wisnu Wijaya menyebutkan pejabat struktural mulai eselon IV-III-II tetap masuk kantor seperti biasa.

Sementara tugas dan pekerjaan kantor bisa disampaikan melalui grup HP. Sedangkan untuk pelayanan seperti Capil, Kantor Perijinan, kesehatan tetap masuk kantor seperti biasa.

Untuk keamanan, fasilitas umum baik perkantoran dan fasilitas umum swasta diharapkan menyediakan hand sanitizer.

“Kami harapkan satu pintu, dan wajib menyediakan hand sanitizer. Nanti akan kami cek ke OPD-OPD,” jelasnya.

Untuk sekolah, mulai dari PAUD sampai SMP diadakan proses belajar di rumah dan diawasi orangtua termasuk wali kelas dan Disdik.

“Bukan diliburkan, namun belajar di rumah atau belajar jarak jauh. Jangan dipakai liburan jalan-jalan, ini yang justru berbahaya,” tegasnya.

Sedangkan untuk pemantapan tingkat SMP, dilangsungkan sampai Selasa (hari ini) dan setelahnya, seluruh siswa melakukan pembelajaran dengan jarak jauh.

Sedangkan untuk pelayanan Posyandu tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Sedangkan petugas yang memberikan pelayanan harus bersih dan selalu tersedia hand sanitier, agar selalu dalam kondisi bersih.

“Saya kira itu point pentingnya. Yang jelas kurangi berada di tempat umum, kecuali sangat penting dan ingat selalu, perilaku hidup bersih,” pungkasnya. (ina/kb)