Dampak Kemarau, Volume Air Bendungan Palasari Munurun

Jembrana
Foto: Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Dampak musim kemarau yang terjadi belakangan ini menyebabkan volume air di Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana menurun.

Akibatnya, bendungan yang diresmikan Presiden Soeharto di tahun 1989, kini sudah tidak bisa digunakan untuk keperluan pengairan, khususnya lahan untuk pertanian.

Dari pantauan di bendungan ini, tampak genangan air surut. Tanah di pinggir areal genangan juga terlihat sudah pecah-pecah. Pinggiran bendungan (green belt) juga terlihat kering. Bahkan, pohon-pohon yang ada di sekitar bendungan terlihat kering.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Jembrana, I Wayan Darwin mengatakan, volume air sudah melebihi level kritis, yakni saat ini masih tersisa hanya 5 juta m3 dan posisi elevasi 70.

“Pada level kritis ini, pintu air sudah tidak diperbolehkan untuk dibuka, karena masa pemulihan stok air,” ujarnya seraya menjelaskan, sedimentasi di pinggir-pinggir bendungan terlihat akibat turunnya volume air, Rabu (7/8).

Pihaknya menghimbau subak-subak yang menghandalakan pasokan air dari bendungan ini agar melaksanakan sistem pergiliran pola tanam yakni menanam palawija. (gus/kb)