Dampak Pandemi, Pendapatan PDAM Turun Rp 700 Juta per Bulan

Gianyar
Foto; PDAM Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Budaya cuci tangan yang diterapkan selama pandemi Covid-19 ini rupanya tidak signifikan berpengaruh terhadap pemanfaatan air PDAM Gianyar. Karena tak sebanding dengan turunnya pemanfaatan air di sektor pariwisata seperti hotel, villa, resto hingga rumah tangga.

Dirut Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar Made Sastra Kencana mengatakan, PDAM Gianyar mencatatkan penurunan pendapatan yang cukup drastis, yakni mencapai Rp 700 juta per bulan.

Menurutnya, penurunan pendapatan ini bukan semata lantaran program penghapusan sanksi denda untuk keterlambatan pembayaran.

Baca Juga:  Penanganan Informasi Krisis, Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif!

Namun, masyarakat saat ini disebutkan memang mengurangi pemanfaatan air. Belum lagi, akomodasi pariwisata tidak menggunakan air karena tidak beroperasi. Jikapun memakai, hal itupun hanya sedikit.

“Konsumsi air turun karena pelanggan hemat air, niaga juga turun pemakaiannya, dan hotel-hotel juga tidak pakai air,” ujarnya, Rabu (24/6/2020).

Meski demikian, Sastra mengatakan kondisi penurunan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Sebab hingga saat ini, biaya operasional lebih kecil dari pendapatan. Pihak menegaskan, penurunan ini tidak berarti rugi.

Baca Juga:  Cek Kesiapan Pengamanan Pilkada, Kapolda Bali Kunjungi Polres Tabanan

Karena kerugian terjadi jika biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pendapatan. Sementara dalam anggaran saat ini, biaya yang dikeluarkan masih dibawah atau lebih kecil dari pendapatan. (ina/kb)