Dapat Bedah Rumah dari Kodim Klungkung, Keluarga Nengah Jaga Segera Bisa Tidur Nyenyak

Klungkung Sosial
Foto: Proses pembangunan bedah rumah TMMD Kodim Klungkung.

KLUNGKUNG, Kilasbali.com – Rasa senang dan senyum sumringah mengembang di wajah I Nengah Jaga dan keluarga. Pasalnya, warga asal Desa Nyanggelan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung ini, mendapatkan program bedah rumah tidak layak huni atau RTLH, dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa Ke 105 Tahun 2019 Kodim 1610/Klungkung.

Kendati dalam kondisi keluarga yang sedikit kekurangan dan merupakan kategori keluarga miskin, namun ada secercah kegembiraan tersirat dari wajah paruh baya I Nengah Jaga dan keluarga.

Kesehariannya I Nengah Jaga bekerja sebagai tukang bersih-bersih di Desa Nyanggelan dan saat ditemui, Sabtu (13/07) siang, baru saja dirinya pulang ke rumah selepas kerja.

Nengah Jaga bersama istri dan keluarga tinggal di rumah yang saat ini sedang direhabilitasi atau direnovasi oleh Tim Bedah Rumah program TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung.

Dia menceritakan, untuk mengisi waktu di luar jam kerjanya sebagai tukang pungut sampah dan petugas kebersihan Desa Nyanglan, dirinya ikut membantu TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas TMMD Ke 105 yang sedang merenovasi rumahnya.

Bersama istri tercinta Made Ortiasih merasa bersyukur dan senang mendapatkan program bedah rumah tersebut.

“Bapak Tentara (TNI) sampun membantu tyang lan keluarga (Bapak Tentara (TNI, red) telah membantu kami dan keluarga), saya senang rumah saya diperbaiki jadi rumah yang lebih pantas dan sehat”, ungkapnya polos.

Keluarga I Nengah Jaga memang termasuk kategori warga miskin di Desa Nyanggelan dan dan juga rutin menerima bantuan beras miskin atau Raskin.

Terlebih lagi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang angkut sampah dan petugas kebersihan tersebut, belakangan ini kerap mengalami sakit. Dia kerap bermasalah dengan lututnya.

Kondisi demikian, praktis membuat dirinya tidak dapat bekerja secara maksimal takutnya akan tambah sakit.

“Tyang ten purun kerja lebih keras, semampu lan sesuai keadaan manten, nenten memaksa, (saya tidak berani kerja lebih keras, semampunya saja sesuai keadaan saja tidak memaksakan)”, ungkap Nengah Jaga.

Sesungguhnya dirinya ingin mendapatkan penghasilan lebih untuk menopang kehidupan keluarganya dan sang istri pun tak tinggal diam di rumah saja yang juga bekerja sebagai buruh tani. Demikian kondisi yang ada tapi Nengah Jaga dan keluarga tetap bersemangat menjalani kondisi yang ada.

Apa yang dialami oleh Nengah Jaga dan keluarga mendapatkan perhatian Satgas TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung dan melalui survey dan pendataan di lapangan maka program bedah rumah tidak layak huni atau RTLH diberikan kepadanya.

Warga sekitar dan juga Prebekel Desa Nyanggelan I Nyoman September pun membenarkan terhadap kondisi ini.

“Kami warga Desa Nyanggelan simpati atas kondisi keluarga Nengah Jaga, program TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung menjadi suatu solusi terhadap keadaan warganya”, ungkap Nyoman September.

Sebagai Perbekel atau Kepala Desa dirinya ikut turun langsung membantu renovasi rumah I Nengah Jaga bahu-membahu dengan Satgas TMMD.

Lanjutnya, Nengah Jaga merupakan satu di antara beberapa warga di Nyanggelan yang menerima bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Klungkung yang diprogramkan sejak awal perencanaan TMMD Ke 105 ini.

Semoga dengan program ini akan dapat meringankan beban keluarga I Nengah Jaga serta rumah yang layak huni yang diidamkannya akan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dirinya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian semua pihak baik Pemerintah Kabupaten Klungkung, TNI dalam hal ini Kodim 1610/Klungkung yang saat ini menjadi pelaksana TMMD Ke 105 di Desa Nyanggelan termasuk juga pihak lain dan masyarakat yang sangat mendukung program ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat setempat. (kb)