Dapur Umum Gotong Royong Sediakan Menu Vegetarian

Denpasar Sosial Tokoh
Foto : Walikota Denpasar ikut membungkus nasi yang akan disebar untuk warga yang membutuhkan

DENPASAR, Kilasbali.com – Semangat gotong royong warga Kota Denpasar di dalam menangani pandemi Covid-19 terus terbangun. Salah satunya dengan membuka dapur umum gotong royong yang turut berpartisipasi dalam menjaga ketahanan pangan bagi warga yang terdampak Covid-19.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan pengaktifan kembali dapur umum gotong royong yang berlokasi di Jaba Paon Jalan Kaliasem Denpasar untuk membantu ketahanan pangan di masa pandemi covid-19.

Menurut Jaya Negara, dapur umum gotong royong ini sebenarnya sudah bergerak dari tahun 2020 sejak PPKM pertama diterapkan. Sekarang karena ada PPKM level 4 diaktifkan lagi.

Jaya Negara menambahkan bagi masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi dapur umum gotong-royong di Jalan Kaliasem dan nanti akan dikirim lewat Tagana.

Dapur umum ini melayani 1.000 paket per hari. Untuk melayani 1.000 paket per hari minimal dibutuhkan 20 orang relawan. Untuk penyalurannya lewat Tagana dengan 4 unit mobil operasional bantuan dari Hiswanamigas yang langsung diantar ke rumah.

“Minimal H-1 nanti kita kirim. Nanti yang mengirim akan memverifikasi agar benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Data Penduduk Non Permanen, Desa Dauh Puri Kangin Antisipasi Tindak Kriminal dan Penularan Covid-19

Ia juga menjelaskan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi menjadi relawan, dapur umum juga sangat terbuka asalkan sesuai persyaratan seperti hasil swab negatif dan sudah divaksin.

“Kami Pemerintah Kota Denpasar sifatnya mensuport karena kita melihat cara mengorganisirnya cukup bagus, protokol kesehatannya bagus, dan menunya juga bagus, jadi kami mensuport sekali keberadaan dapur umum. Ini tidak ada dana APBD, ini sifatnya gotong-royong semua. Pemkot Denpasar pada kesempatan ini juga membantu lewat 500 kantung beras,” jelasnya.

Koordinator Dapur Umum  Jaba Paon, Kaliasem Luh Putu Darmayanti menyampaikan terima kasih atas partisipasi warga Kota Denpasar.

Bantuan ini menjadi tambahan logostik kegiatan Dapur Umum Jaba Paon Kaliasem yang setiap harinya mampu menyiapkan 1.000 lebih nasi bungkus per hari yang disebar kepada warga terdampak dan isolasi mandiri hingga terpusat.

“Kegiatan di Dapur Umum Jaba Paon Kaliasem melibatkan para relawan yang juga datang dari kalangan Tagana, Brimob, Pramuka, mahasiswa, dan lain lain. Kami berharap pandemi ini dapat segera berlalu,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Kompak Bangkitkan Pariwisata Bali

Selain Jaba Paon Jalan Kaliasem Denpasar, dapur umum gotong royong juga didirikan oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Kelenteng Maha Grhapati.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali Sudiarta Indrajaya yang juga selaku pengelola dapur umum di Klenteng Maha Grhapati mengatakan, sebenarnya dapur umum ini sudah dimulai sejak bulan April 2020, dan diaktifkan kembali mengingat pemerintah pusat memberlakukan PPKM level 4 untuk Kota Denpasar.

Selain jenis makanan vegetarian dengan pengolahan yang khusus demi kesehatan masyarakat, sewaktu-waktu juga disediakan menu tambahan ikan untuk mensuport protein masyarakat di masa pendemi ini.

“Pemesanan atau amprah makanan ini dilakukan minimal sehari sebelumnya. Dalam sehari, akan membuat sedikitnya 500 paket nasi, sesuai permintaan dari Kecamatan ataupun Desa/Kelurahan dan kami siap menambahkan jika memang sangat diperlukam. Di mana tenaga tukang masak yang dibutuhkan minimal sebanyak 8 orang untuk 500 paket nasi dan sehari kami rancang pembagian dua kali, yakni pagi pukul 08.00 Wita dan siang hari pukul 14.00 Wita,” katanya.

Baca Juga:  Putri Koster Minta IKM-UMKM Jaga Kualitas Supaya Mampu Bersaing

Sedangkan Kordinator Dapur Yadnya yang berlokasi di Kelurahan Pedungan, Agung Yadnya mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemkot Denpasar. Tentunya bantuan ini akan dikembalikan kepada masyarakat Kota Denpasar berupa nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat.

“Nanti akan kami olah untuk menjadi nasi bungkus siap santap dan kembali kami berikan kepada masyarakat Kota Denpasar,” jelasnya.

Dikatakanya, dalam sehari pihaknya bisa menyalurkan 100-200 nasi bungkus. Polanya pun dilaksanakan dengan mendatangi rumah warga, kos-kosan, pemukiman di dalam gang untuk membagikan nasi bungkus. Ia berharap bantuan yang diserahkan tepat guna dan tepat sasaran.

“Nanti relawan yang menyebarkan ke seluruh wilayah Kota Denpasar dengan mendatangi rumah-rumah, kos-kosan, memasuki gang-gang kecil untuk mencari masyarakat yang terdampak, semoga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” jelasnya.(sgt/kb)