Desa Adat Batuan Bagikan 26,25 ton Beras Kepada Kramanya

Gianyar
Foto: Krama Desa Adat Batuan, Sukawati mengambil jatah beras gratis yang diberikan desa adatnya.

GIANYAR, Kilasbali.com – Puluhan ton beras gratis mulai dibagikan Desa Adat Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar kepada kramanya. Dari informasi yang diterima, desa adat ini menggelontorkan dana Rp 500 juta per bulan, untuk membeli 26,25 ton beras.

Dari pantauan di lokasi, tampak setiap kepala keluarga (KK) secara bergantian mengambil jatah beras gratis tersebut, untuk menghindrai antrean atau kerumunan krama. Mereka sangat bersyukur dengan keputusan prajuru adatnya, yang telah meringankan beban warga di tengah kondisi ekonomi sekarang ini akibat wabah corona.

Informasi menyebutkan, mulai dari bulan April 2020, beras akan dibagikan kepada 1.050 KK tersebar di delapan banjar di Desa Batuan. Setiap keluarga, mendapatkan jatah beras 25 kilogram per bulan. Di mana program ini dirancang untuk tiga buan ke depan, dan akan disesuaikan dengan situasi setelah bulan ke tiga berakhir.

Baca Juga:  Pasutri Asal Korsel Bantu Satu Ton Beras Warga Denpasar

Seorang warga Batuan, I Ketut Rana mengaku bersyukur menjadi warga Desa Adat Batuan, di mana prajuru adat memiliki pemikiran maju. Jika tidak ada bantuan beras gratis, dirinya tentu akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terlebih lagi pendapatannya sebagai karyawan di bidang akomodasi pariwisata mengalami penurunan signifikan, karena tempat kerjanya membatasi hari kerja.

Baca Juga:  Pasutri Asal Korsel Bantu Satu Ton Beras Warga Denpasar

“Kami sangat berterima kasih sekali, kalau tidak ada bantuan dari desa, entah bagaimana jadinya. Sekarang saja kami tidak bisa julan dalam seminggu terakhir,” ujar seniman yang juga penjual lukisan ini.

Sementara itu, Jero Bendesa Batuan I Made Djabur BA mengatakan, bantuan beras ini akan diberikan setiap bulan, dimuai dari bulan April. Dari total beberas yang sudah dimiliki, setiap KK akan mendapatkan 25 kilogram beras tiap bulannya.

Baca Juga:  Pasutri Asal Korsel Bantu Satu Ton Beras Warga Denpasar

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan, mengingat ada banyaknya laporan masyarakat yang kesulitan memenuhi keutuhan pokok, pasca kehilangan mata pencaharian akibat pandemi. “ Untuk sementara kami sapkan bantuan beras untuk tiga bulan pertama. Jika kondisi ini masih berlanjut, pasti akan kita perpanjang,” yakinnya.

Djabur tidak menampik, tidak semua warganya mengalami kesulitan ekonomi. Karena itu, bagi masyarakat yang ekonominya masih baik, diharapkan bantuan beras yang wajib diterima, didonasikan untuk warga yang sangat membutuhkan. (ina/kb)