Desa Mas Ubud “Zero Case”

Gianyar
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf meninjau PPKM di Desa Mas Ubud

GIANYAR, Kilasbali.com – Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., Senin (29/03/2021) kembali melakukan peninjauan. Kali ini, Danrem meninjau ke Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Sebagai mana diketahui pada tanggal 24 Maret 2021 Danrem 163/Wira Satya juga telah meninjau Posko PPKM Mikro di Desa Sanur Kaja, wilayah Kota Denpasar.

Dalam kunjungannya di Posko PPKM Mikro Desa Mas, Danrem mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Desa atau Perbekel Desa Mas I Wayan Gede Darmayuda yang mengatakan Desa Mas sampai pertengahan Maret 2021 mampu mencapai zero case Covid-19.

Mendengar penjelasan Perbekel tersebut, Danrem 163/Wira Satya sangat mengapresiasi penerapan PPKM Mikro di Desa Mas sehingga bisa mencapai zero case.

Baca Juga:  Pasar Relokasi Sukawati Diharapkan Jadi Pasar Hewan

“Kita gembira dan apresiasi terhadap hal ini sebagai hasil upaya dan usaha dari bapak-bapak yang bertugas di Posko PPKM Desa Mas, Ubud”, sebut Danrem.

Dikatakan Danrem, berdasarkan laporan dari Perbekel Desa Mas saat ini hanya ada 1 kasus terkonfirmasi positif. Itupun adalah warga masyarakat yang sudah berusia yang saat ini dalam perawatan.

Diharapkan apa yang menjadi pencapaian dari penerapan PPKM Mikro di Desa Mas dapat menjadi contoh dan ditiru oleh desa-desa lain di wilayah Gianyar dan Bali sehingga bisa mengurangi yang terkonfirmasi atau terpapar Covid-19.

“Merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Gianyar, Desa Mas bisa menjadi contoh dan Perbekel Bapak Wayan sudah menjelaskan sampai saat ini hanya ada 1 kasus saja dan Perbekel juga sudah berjanji akan mempertahankan zero case ini dan kedepannya tetap nol,” jelas Brigjen Husein Sagaf.

Jenderal Bintang Satu ini menghimbau masyarakat dan warga negara asing untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan program zona hijau COVID-19 yang meliputi Ubud, Gianyar, Sanur Denpasar dan juga Nusa Dua Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Persaingan Calon Polisi Makin Ketat

“Sudah banyak yang ingin berkunjung ke Bali termasuk ke Ubud, untuk itu mari wujudkan kondisi Bali yang sehat, karena tentunya mereka yang akan berkunjung menginginkan tempat yang dikunjungi sehat dan nyaman,” tegas Danrem.

Sementara itu Kepala Desa/Perbekel Desa Mas I Wayan Gede Darmayuda menjelaskan dari penerapan PPKM Mikro dimulai awal Bulan Januari 2021 di Desa Mas ada 36 orang positif terpapar COVID-19 dengan meninggal dunia sejumlah 6 orang.

Adanya semangat kami untuk membawa Desa Mas ke zona hijau maka sampai pertengahan Bulan Maret tepatnya tanggal 10 Maret 2021 sudah menurun dan mencapai nol kasus atau zero case, tepatnya pada tanggal 15 Maret 2021. Kemudian tiga hari terakhir pada tanggal 26 Maret 2021 ada 1 kasus terkonfirmasi positif,” papar Perbekel Wayan Gede Darmayuda.

Baca Juga:  Made Muliawan Arya Nahkodai Pertina Bali

Dirinya juga menyampaikan dari 7 Desa dan 1 Kelurahan di Ubud, ada 3 Desa yang belum mendapatkan jadwal vaksinasi yaitu Desa Mas, Singakerta dan Lod Tunduh. Untuk itu dirinya dan juga masyarakat Desa Mas sangat berharap segera mendapatkan vaksinasi sebagaimana telah diprogramkan oleh pemerintah terlebih juga sebagian besar warga Desa Mas hidup dari sektor pariwisata dan sebagai desa penyangga pariwisata di wilayah Ubud. (jus/kb)