Dewa Indra; Hindari Keramaian

Denpasar News Update Tokoh
Ketua Harian GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra

DENPASAR, Kilasbali.com – Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan seluruh protokol kesehatan.

“Kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan di mana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga,” ujarnya di Denpasara, Jumat (31/7/2020).

Menurut mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai tatanan kehidupan era baru menuju masyarakat Bali yang produktif dan bebas Covid-19.

Baca Juga:  Adaptasi Kebiasaan Baru, Dandim Tabanan "Lari Gembira"

“Untuk itu, marilah kita laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” ajak Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini.

Sementara terkait perekembangan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali, dari data Gugus Tugas Nasional per Jumat ini, di tingkat nasional positif bertambah 2.040 orang sehingga kumulatif menjadi 108.376 orang.

Untuk kabar baiknya, pasien sembuh bertambah 1.615 orang sehingga kumulatif menjadi 65.907 orang. Sedangkan yang meninggal dunia bertambah 73 orang, sehingga kumulatif menjadi 5.131 orang.

Baca Juga:  Kelurahan Tonja Rutin Laksanakan Pendataan Penduduk

Khusus untuk Provinsi Bali, per Jumat ini positif bertambah 47 orang sehingga kumulatif menjadi 3.407 orang. Sedangkan untuk kabar baiknya, hari ini bertambah 88 orang sehingga total sembuh sebanyak 2.876 orang.

Selain itu, pada Jumat ini juga nihil tambahan pasien meninggal. Sehingga jumlah meninggal tetap sejumlah 48 orang. Sementara untuk pasien aktif yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan dan juga karantina, 483 yang terdiri dari 482 WNI dan 1 WNA. (jus/kb)