Di Denpasar, Empat Hari Berturut-turut Nihil Kasus Covid-19

Denpasar
Foto: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai.

DENPASAR, Kilasbali.com – Langkah dan kebijakan yang diterapkan Pemkot Denpasar nampaknya mulai membuahkan hasil. Terbukti, perkembangan kasus Covid-19 di Ibukota Provinsi Bali ini menunjukan trend yang membaik, per hari ini, Senin (11/5/2020). Di mana, empat hari secara berturut-turut tidak ada penambahan kasus baru yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

“Kabar baik ini juga diiringi dengan sembuhnya 1 orang pasien Covid-19, yang berdomisili di Kelurahan Penatih,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai.

Baca Juga:  Update 25 Mei 2020, Positif 396 dan Sembuh 295 Orang

Lebih lanjut dijelaskan Dewa Rai, secara akumulatif sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 secara akumulatif sebanyak 57 orang, rincianya adalah 47 orang sudah sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 8 orang masih dalam perawatan.

Sementara dari hasil pelacakan tim surveilence sampai saat ini di Kota Denpasar juga tidak ada penambahan status OTG dan ODP. Sedangkan yang berstatus baru PDP bertambah 12 orang, sehingga secara akumulatif sampai saat ini terdapat status Orang Tanpa Gejala 339 kasus, Orang Dalam Pemantauan 264 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan 38 kasus.

Baca Juga:  Pjs. Danramil Penebel Bersama Camat Pantau Pembagian Bantuan Sosial Tunai

“Meski dalam 4 hari terakhir di Kota Denpasar tidak ada penambahan kasus positif baru, demikian juga tingkat kesembuhan pasien semakin meningkat, jangan justru hal ini membuat lengah, tetapi harus tetap waspada dan disiplin mengikuti anjuran pemerintah, kurangi aktivitas diluar rumah, wajib pakai masker dan selalu menjaga kesehatan fisik agar imun tubuh tetap terjaga,” kata Dewa Rai.

Baca Juga:  Di Denpasar, Kasus Positif Covid-19 Tambah 1 Orang

Walaupun kasus Covid mulai melandai, Pemkot Denpasar menurut Dewa Rai tetap meningkatkan kewaspadaan dan akan segera menerapkan Peraturan Walikota Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

“Kami harus tetap tingkatkan kewaspadaan karena mobilitas dan atifitas masyarakat masih tinggi. Lebih baik kita ketatkan dulu sementara, sehingga benar benar bebas kasus covid, karena kami tidak ingin ada muncul serangan gelombang kedua, yang justru akan membuat keadaan semakin sulit,” tandas Dewa Rai. (sgt/kb)