Di Gianyar, Nyepi Berlangsung Dua Hari

Gianyar
Foto: Pasar Umum Gianyar tampak sepi menjelang malam pagerupukan.

GIANYAR, Kilasbali.com – Berbeda dengan perayaan Nyepi sebelumnya, hari raya Nyepi tahun saka 1942 tahun ini masyarakat Gianyar diharapkan tidak bepergian dari rumah selama dua hari. Yakni tanggal 25 Meret ( Hari Raya Nyepi) hingga 26 Maret ( hari ngembak geni).

Keputusan ini didasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar pada Selasa (24/3/2020).

Bahkan untuk memutus penyebaran virus corona yang mematikan, seluruh akses jalan raya akan ditutup sementara, terutama di perbatasan Kabupaten Gianyar.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengungkapkan, masyarakat dihimbau untuk tidak keluar dari rumah pada tanggal 26 Maret 2020 nanti. Hal ini dilaksanakan atas imbauan dari Bapak Gubernur Bali terkait dengan tanggal 26 Maret 2020 kita tetap berada dirumah.

“Saya dalam hal teknis mengembangkan daripada himbauan bapak Gubernur Bali saya sampaikan kepada masyarakat untuk tetap berada dirumah karena perbatasan Banjar, perbatasan Desa, perbatasan Kecamatan, serta perbatasan Kabupaten Gianyar baik dengan Bangli, dengan Klungkung, dengan Denpasar, serta dengan Tabanan akan saya tutup,” ungkapnya.

Mahayastra mengatakan bahwa momen ini sebaiknya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercengkrama dengan keluarga.

“Persiapkan diri untuk berada di rumah selama tiga hari dan kesempatan bagi masyarakat bercengkrama bersama sanak saudara sehingga dengan hal ini kita telah melakukan hal yang besar yaitu bersama mencegah daripada perkembangan Covid-19,” terangnya.

Secara terpisah, Kadis Perhubungan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba mengatakan, Masyarakat di Kabupaten Gianyar dihimbau untuk tidak berlalu lalang dijalan raya dimana akan dijaga oleh aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Pecalang Desa Adat.

Bila melanggar, maka akan diberikan teguran oleh aparat yang bertugas. Penutupan akses jalan ini akan dilakukan total di 20 titik perbatasan, “Kami akan menutup total 20 titik perbatasan Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten lain pada tanggal 26 Maret 2020,” ujarnya.

Dikatakan Suamba bahwa penutupan akses keluar masuk Kabupaten Gianyar akan melibatkan pihak dari Kepolisian, Satpol PP, Dishub, serta para Pecalang.

“Semua akses keluar masuk Kabupaten Gianyar akan kami tutup, serta akan dijaga dengan melibatkan unsur Kepolisian, Satpol PP, Dishub, serta Pecalang,” tegasnya. (ina/kb)