Di Jembrana, Petugas Finance Gadungan Bawa Kabur CBR

Jembrana Kriminal
Foto: Pelaku berikut barang bukti yang diamankan Polres Jembrana.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Nasib malang menimpa Solah Hudin (32). Pasalnya, sepeda motor Honda CBR motif Repsol nomor polisi F 4070 TT yang nunggak kreditan ditarik dan dibawa kabur petugas finance gadungan.

Dair informasi Yng dikumpulkan, Solah Hudin yang merupakan warga Banjar Munduk, Desa Tukadaya, Melaya ini pada Rabu (2/10/2019) siang didatangi dua lelaki yang mengaku karyawan finance PT Nusantara Surya Ciptadana (NSC) di depan salah satu toko optik di Jalan Gunung Agung No 58, Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana.

Oleh petugas gadungan itu, Solah Hudin diancam dan sepeda motor kesayangannya diambil secara paksa. Peristiwa itupun akhirnya dilaporkan Solah Hudin ke Polres Jembrana.

Berbekal laporan tersebut, pihak kepolisian segera turun ke TKP dan melakukan penyelidikan. Alhasil, petugaspun membekuk salah seorang dari dua pelaku yang merampas motor korban. Yakni Haris Djanuar (32) asal Dusun Krajan RT 006/RW 001, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa menjelaskan, pelaku tahun 2014 sempat bekerja jadi debtcollector di Jember.

“Pelaku kita tangkap di pinggir jalan Kelurahan Lelateng, Negara sekitar pukul 18.00 WITA saat mengendarai motor korban,” jelasnya, Selasa (8/10/2019)

Dari tangan pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa dua lembar surat penyerahan kembali sepeda motor dari PT NSC. “Pelaku mengaku beraksi bersama seorang rekannya Irul Anwar yang kini berstatus DPO. Modus yang digunakan, pelaku mengamati keberadaan sepeda motor korban,” ungkpanya.

Dikatakanya, setelah mengecek status kreditnya menggunakan aplikasi Super Matel di Hpnya, diketahui motor CBR tersebut kerditnya bermasalah dan menunggak sekitar 2,5 tahun. Kedua pelaku langsung mengancam dan menakut-nakuti pelaku serta memaksa mencabut motor korban dengan memberikan surat penyerahan.

“Pihak PT NSC juga menyatakan kedua pelaku bukan karyawannya dan surat penyerahan tersebut palsu sehingga pihak finance juga merasa keberatan dengan ulah pelaku,” tegasnya.

Menurutnya korban mengalami kerugian sebesar Rp 21,185 juta. Untuk menarik motor korban, pelaku melakukan pengancaman dan pemaksaan sehingga korban takut dan menyerahkan motor yang cicilannya menunggak tersebut. “Motor korban lalu digunakan untuk berkeliling dan akan akan dijual dengan harga murah” ungkapnya.

Kapolres menegaskan, pelaku yang kos di Jalan Palapa, Gang Karper, Sidakarya, Denpasar Selatan ini dijerat pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara, atau Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. (gus/kb)