Di Jembrana, PPDB SMPN Terjadi Ketimpangan Jumlah Pendaftar

Jembrana Pendidikan
Ket Foto: PPDB di Kabupaten Jembrana

NEGARA, Kilasbali.com – Kendati Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah diatur zonasi serta proyeksi jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP/MTs, namun dari 18 SMP Negeri di Kabupaten Jembrana terjadi ketimpangan jumlah pendaftar. SMP Negeri ada yang mengalami kelebihan pendaftar, dan juga ada yang kekurangan siswa.

Seperti di SMPN 1 Negara di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana yang mengalami kelebihan pendaftar, yakni dari kuota 320 siswa, jumlah pendaftar sebanyak 462 orang.

Begitupula di Kecamatan Negara, SMPN 2 Negara di Jalan Durian, Kelurahan Loloan Timur mendapat 340 pendaftar dari kuota 320 siswa.

Di Kecamatan Melaya, SMP Negeri 3 Melaya di Desa Manistutu mendapat 244 pendaftar dari kuota 224 pendaftar. Di Kecamatan Mendoyo, pendaftar di SMPN 4 Mendoyo sebanyak 186 dari kuota 160 siswa.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikpora Jembrana, I Nyoman Wenten Rabu memastikan, seluruh pendaftar akan tertampung walaupun tidak di sekolah tempatnya mendaftar.

Selain penyesuian isi rombel, menurutnya kelebihan pendaftar akan didistribusikan ke zona terdekat yang masih kurang sesuai dengan ketersediaan sarana prasarana.

“Memang pendaftar tidak merata sehingga didistribusikan kezona terdekat yang masih kurang asalkan sesuai dengan daya tampungnya dan ada yang disesuaikan isi rombelnya,” ujarnya.

Seperti kelebihan di SMPN 1 Negara akan didistribusikan ke SMPN 3 Negara di Pendem yang kurang 24 siswa dan SMPN 6 Negara di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Negara yang kurang 27 siswa.

SMPN 3 Melaya yang kelebihan 20 siswa didistribusikan ke SMPN 2 Melaya di Desa Tuwed, Melaya yang kekurangan 47 siswa. Sementara SMPN 2 Negara akan dilakukan penyesuaian jumlah rombel.

Sedangkan kelebihan 26 siswa di SMPN 4 Mendoyo akan dikembalikan ke zona asalnya masing-masing. “Pasti semua tertampung,” tandasnya.

Selain pertumbuhan penduduk yang berbeda-beda disetiap zona, tidak meratanya jumlah pendaftar tersebut, menurutnya juga dampak mobilitas penduduk yang tidak merata. (gus/kb)