Di Tabanan, Pekerja Dirumahkan Capai 716 Orang

Tabanan
Foto: Masyarakat mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan untuk mendaftar kartu Prakerja.

TABANAN, Kilasbali.com – Jumlah pekerja yang dirumahkan di Tabanan mencapai 716 orang dari 11 perusahaan yang sebagian besar berasal dari sektor pariwisata dan restaurant. Adapun 11 perusahaan yang sudah merumahkan karyawanya diantaranya adalah Nirjhara di Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan yang merumahkan 89 karyawan dan 1 di PHK dari 94 karyawan yang dimiliki. Selain itu, Soka Indah Restaurant yang ada di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat merumahkan 37 karyawanya dari 37 karyawan yang dimiliki.

Baca Juga:  Sidak Masker di Lapangan Renon, 3 Orang Kena Denda

Kemudian PT. Wiguna Alam Persada yang ada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan merumahkan 5 karyawannya dari jumlah total 41 orang, PT. Soori Bali yang ada di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan merumahkan 167 karyawan dari jumlah karyawan mencapai 184 dan Gajah Mina Hotel dan Restourant yang ada di Desa Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg merumahkan 34 karyawanya. Selain itu, PT. Oasis Water Internasinal di Banjar Tonja, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan merumahkan 34 orang karyawanya. “Data ini telah kami laporkan kepada Provinsi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabanan I Putu Santika, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, terkait banyaknya masyarakat yang menemui kendala saat melakukan pendaftaran Kartu Prakerja via online, pihaknya pun melakukan anstisapi dengan menyiapkan operator sebagai pendamping. “Jadi pendaftar yang tidak bisa mendaftar sendiri atau mengalami kendala bisa menghubungi operator tanpa harus datang langsung ke Kantor,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemacekan Agung, Jaya Negara Ngayah Mundut Ida Bhatara Sesuhunan di Pura Lombok Kepisah

Pihaknya pun mengaku telah menyebarkan nomor operator yang bisa dihubungi jika menemui kendala, yakni 081916337978 atau 081237966777. Menurutnya, kendala umum yang ditemui pendaftar mulai dari gagal mengunggah foto, email tidak bisa diverifikasi, serta input Nomor KTP yang tidak valid. “Setiap harinya ada 8 hingga 10 pendaftar yang menghubungi operator untuk meminta pendampingan dalam mendaftar Kartu Prakerja,” pungkasnya. (D/KB)