Di Tengah Pandemi Covid-19, Jaya-Wira Genjot Pariwisata Berbasis Pertanian

Pariwisata Politik Tabanan Tokoh
Sanjaya dan Edi Wirawan

TABANAN, Kilasbali.com – Pandemi Covid-19 masih berlangsung, dan tidak diketahui kapan wabah ini akan berakhir. Tak terkecuali di Kabupaten Tabanan. Juga terjadi penularan virus bernama SARS-CoV-2 ini, sehingga menyebabkan Kabupaten Lumbung Beras ini menjadi zona merah. Imbasnya, pariwisata Tabanan menjadi mati suri.

Calon Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan SE., mengakui bahwa kondisi Tabanan memang sangat memprihatikan. Kendatipun demikian, hal itu tak membuat calon dari PDI Perjuangan ini patah arang.

Dirinya yang menjadi bagian paket Jaya-Wira mempunyai konsep untuk menggeliatkan perekonomian, yakni pariwisata berbasis pertanian di Tabanan.

Edi Wirawan menjelaskan, dimana pada dasarnya luasan wilayah Tabanan banyak memiliki subak, dan hal tersebut harus dibangkitkan kembali pelestariannya demi memajukan pertanian, sehingga perekonomian di desa menjadi maju. Dengan adanya pelestarian subak otomatis akan dilirik oleh para pramuwisata.

Baca Juga:  Tangani Covid-19, Bupati Eka Pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda

“Jadi dengan adanya kondisi yang seperti sekarang, potensi pertanian sangat berarti untuk perkembangan pariwsata seperti halnya Jatiluwih dan perkebunan yang kami galakan, sehingga perekonomian masyarakat akan semakin meningkat, itulah cara kita dalam meningkatan perekonomian masyarakat ditengah Covid-19. Ketika pariwisata kembali pulih, tentunya pariwisata dan pertanian akan bersinergi,” jelasnya Minggu (13/9/2020).

Pihaknya juga akan terus melakulan perbaikan-perbaikan pada irigasi subak demi memajukan pertanian di Tabanan. Selain itu juga, harga pupuk yang terus dikeluhkan oleh petani, maka pihaknya akan melakukan regulasi yang ada, seperti eksekutif dan legislatif harus berkolaborasi kinerja untuk mengatasi kelangkaan pupuk. Belum lagi ketika panen harga buah menjadi anjlok, dirinya dipastikan akan segera membuat harga standar rata-rata.

Baca Juga:  Kelurahan Kesiman Beri Sanksi Menyanyi dan Push Up 3 Orang Tanpa Masker

“Dalam regulasi nanti, kita akan membuat standart harga buah minimum, ketika nanti ada yang menjual harga buah dibawah standart maka akan dikenakan sanksi, sehingga nantinya ketika ada panen raya tidak ada lagi harga buah yang anjlok. Dan nantinya kita pastikan pupuk di Tabanan akan bersubsibdi, dan saya yang juga nantinya sebagai Wakil Bupati Tabanan, akan mendorong Bupati sebagai bukti kalau paket Jaya-Wira berpihak kepada para petani,” paparnya.

Baca Juga:  Tetap Disiplin, Transmisi Lokal 144 Orang

Edi menilai, selama ini para petani di Tabanan dalam menjual produknya belum memiliki managemen yang baik akibatnya para petani menjadi rugi, sehingga paket Jaya-Wira akan memberikan edukasi para petani untuk bisa memasarkan produknya, yang nantinya para petani mendapatkan keuntungan penuh dan secara otomatis para petani menjadi sejahtera.

“Cost produk pertanian harus dilihat, seperti misalnya kopi yang siap diminum layak jualnya Rp25.000, nah petani selama ini tidak tahu bagaimana cara menjual yang baik,” pungkasnya. (jus/kb)