Diduga Depresi Akibat Asma Tak Kunjung Sembuh, Pria Ini Nekat Gantung Diri

Tabanan
Foto: Petugas ber-APD lengkap mengevakuasi korban.

TABANAN, Pagi-pagi buta, warga Luwus, Baturiti, Tabanan gempar. Pasalnya, seorang warga yang diketahui bernama I Nengah Suenten, 41, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan tali rafia, di gudang milik Gusti Ayu Setiani, Selasa (19/5/2020).

Dari informasi yang dihimpun, korban asal Banjar Dinas Panggung, Sembiran, Tejakula, Buleleng yang melakukan aksi nekat itu dilihat pertamakali oleh saksi I Wayan Kardiasa, yang saat itu sekitar pukul 06.30 WITA pergi ke gudang belakang untuk membakar sampah.

Namun, sesampai di gudang, iapun terkejut melihat korban yang telah terbujur kaku dalam keadaan tergantung pada kayu lambang gudang dengan ketinggian 2 meter, menggunakan dua utas tali plastik warna biru dengan panjang 1,5 meter.

Baca Juga:  Satu Tambahan Positif di Tabanan dari PMI yang Pulang Sebelum 22 Maret 2020

Melihat itu, saksi langsung belari ke depan memanggil istri korban, Ni Luh Sukarini, 29, untuk memberitahukan hal itu.

Mereka pun, kemudian bersama-sama pergi ke belakang untuk melihat korban. Sesampainya di belakang, sang istri langsung histeris dan menghampiri korban serta langsung memotong tali gantungan dan merebahkan suaminya di lantai. Peristiwa itupun segera dilaporkan ke Polsek Baturiti.

Baca Juga:  Astungkara, Tabanan Nihil Kasus Positif Meninggal Dunia

Mendapat laporan tersebut, pihak Polsek Baturiti segera ke TKP dan menghubungi tim medis dari Puskesmas Baturiti II untuk melakukan pemeriksaan luar.

Dari hasil pemeriksaan luar, tim medis yang dipimpin dr. I Wayan Lastrawan menerangkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban hanya ada tanda tanda seperti mata mendelik, lidah menjulur keluar, luka jeratan pada leher, keluar darah pada kemaluan dan keluar veses pada anus serta telah terjadi lebam mayat pada punggung korban, di mana ciri tersebut seperti mayat yang mati gantung diri.

Baca Juga:  Astungkara, di Tabanan Positif Kumulatif 17 Orang dan 16 Sudah Sembuh

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia membenarkan peristiwa tersebut. “Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga sudah mengiklaskan, serta menolak untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Dikatakannya, penyebab korban nekat mengakhiri hidup karena diduga deprisi akibat penyakit asma menahun yang dideritanya.

“Pengakuan keluarga, korban akan segera dimakamkan di rumah duka di Sembiran, Tejakula, Buleleng,” pungkasnya. (jus/kb)