Diduga Depresi, Dua Perempuan Nekat Lompat dari KMP Marina Primera

Karangasem Peristiwa
Foto/ist: Korban saat dievakuasi berhasil dievakuasi
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

KARANGASEM, Kilasbali.com – Aksi nekat dua perempuan ini tak patut untuk ditiru. Diduga depresi, Nonik (66) asal Ciamis, dan Siti (30) asal Garut, Jawa Barat nekat bunuh diri dengan cara melompat dari atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Marina Primera yang bertolak dari Pelabuhan Lembar-Lombok menuju Pelabuhan Padangbai-Bali.

Kendatipun kedua perempuan yang diketahui merupakan mertua dan menantu itu berhasil dievakuasi, namun sayang Siti meninggal dunia.

Informasi dihimpun, Kapal Ferry Marina Primera bertolak dari Pelabuhan Lembar menuju Padangbai pada Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 14.25 sore.

Baca Juga:  10 Staf Humas dan Protokol Ikut Pelatihan Jurnalistik

Saat posisinya berada di tengah laut sekitar pukul 16.30 WITA, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) mendengar suara teriakan penumpang jatuh ke laut.

Tak pelak, kapal lantas berhenti dan langsung melakukan upaya penyelamatan dengan mengevakuasi kedua penumpang tersebut.

Berselang 25 menit kemudian, kedua perempuan ini berhasil di evakuasi dan langsung digotong ke KMP Marina, sebelum akhirnya sandar di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 18.45 WITA.

Baca Juga:  PLH Bupati I Gede Susila Ikuti Peresmian Penggunaan Kain Tenun Endek Bali

Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Manggis, namun nyawa Siti tak tertolong. Selanjutnya, jenazah Siti dikirim menuju RSUD Karangasem.

Informasi juga menyebutkan, penyebab keduanya nekat menceburkan diri ke laut karena sedang dirundung permasalahan keluarga.

Kepala Otoritas Pelabuhan Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengungkapkan, beban phsikis diduga lantaran ditinggal meninggal suaminya mendorong ceburkan diri ke laut saat kapal tengah berlayar.

Baca Juga:  Kasdam IX/Udayana Pimpin Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2021

“Ya, kedua korban ceburkan diri ke laut ini, diduga depresi,” singkat Syahbandar Suyasmin. (pas/kb)