Diduga Depresi, Nenek 73 Tahun Nekat Gantung Diri di Kandang Sapi

Peristiwa Tabanan
Pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi korban ditemukan gantung diri.

TABANAN, Kilasbali.com – Wagra di Banjar Dinas Jembrana, Desa Serampingan, Selemadeg, Tabanan, gempar pada Senin (11/1/2021) siang, sekitar pukul 12.15 WITA.

Pasalnya, seorang nenek yang diketahui bernama NI Ketut Rempog, 73, ditemukan tewas gantung diri di kandang sapi.

Dari informasi yang dihimpun pada Selasa (12/1/2021), korban ditemukan dalam keadaan tergantung dan telah terbujur kaku oleh anak kandungnya I Made Sumerta Yasa, 53.

Baca Juga:  Hindari Hoax, Warga Kota Bisa Buka Situs Resmi Tangkal Hoax Pemkot Denpasar

Sebelum kejadian, anak dari korban sekitar pukul 08.00 WITA berangkat kerja kepenyosohan beras di Banjar Dinas Singin, Selemadeg, Tabanan untuk mengiling padi.

Sekitar pukul 12.05 WITA dia kembali ke rumah dan langsung mengecek ibunya, karena dalam kondisi sakit pikun (hilang ingatan). Namun sayang, sang ibu sudah tidak ada lagi di kamar tidur.

Dia pun bersama anak-anaknya mencari keberadaan ibunya. Sekitar 10 menit kemudian, dia diberitahukan oleh anak kandungnya I Made Arsa Wiguna, 24.

Baca Juga:  Evaluasi Pilkada Serentak, AWK Soroti Minimnya Honor KPPS

Korban sudah dalam keadaan gantung diri di kandang sapi dan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Mendengar hal itu, dia langsung menuju kandang sapi. Dia yang melihat ibunya sudah tak bernyawa lagi, segera membuka sampul ikatan dileher ibunya. Korban kemudian dibawa ke rumah.

Peristiwa itupun segera dia laporkan Babinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek Selemadeg untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Penanganan Covid-19 di Denpasar Berbasis Kearifan Lokal

Mendapat laporan itu, petugas segera datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Dan dari TKP, petugas mengamankan satu tali plastik warna biru yang dipakai korban untuk gantung diri.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia membenarkan peristiwa itu. “Dugaan sementara, korban nekat gantung diri karena depresi akibat sakit-sakitan,” singkatnya. (kas/kb)