Dipecat, Mantan Karyawan Gondol Kompresor Nitrogen

Gianyar News Update
Foto : Mesin kompresor nitrogen yang digondol pelaku

GIANYAR, Kilasbali.com – Apapun alasannya, mencuri adalah perbuatan diluar norma dan merupakan perbuatan melanggar hukum. Seperti halnya yang dilakukan AS (25) yang tak terima dipecat sebagai karyawan bengkel cuci mobil di Ubud. Kesal dan tidak memiliki uang, AS pun nekat menggondol sebuah kompresor nitrogen bernilai belasan juta rupiah bersama rekannya AF (19).

Pencurian dengan pemberatan ini terungkap dari laporan Ida Bagus Swimbawa (46), salah seorang karyawan bengkel cuci mobil, di Desa Singakerta, Ubud.

Hari itu, 8 April lalu sekitar Pukul 12.00 WITA, Swimbawa curiga dengan kondisi penutup mesin kompresor nitrogen di gudang bengkel yang terbuka. Setelah diperiksa, mesin nitrogen yang ada di dalam ternyata sudah raib. Setelah dipastikan hilang, lantas disampaikan ke pemilik bengkel, lanjut dilaporkan ke Mapolsek Ubud.

Baca Juga:  Update Covid-19 Kota Denpasar, Pasien Sembuh Bertambah 38 Orang, Kasus Positif Bertambah 36 Orang

Dari olah TKP dan keterangan saksi, Reskrim Polsek Ubud memastikan pelakunya mengetahui situasi di TKP. Hingga akhirnya didapati identitas AS, yang beberapa hari sebelumnya diberhentikan bekerja di tempat itu. Dari pelacakan selama dua pekan, keberadaan AS pun diketahui di wilayah Kuta Utara.

“Kami amankan AS dan AF di tempat ķostnya di Kuta Utara. Saat kami interogasi, mereka mengakui telah mencuri mesin kompresor nitrogen tersebut,” ungkap Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama saat press rilis, Selasa (4/5/2021).

Saat penelusuran barang bukti, mesin tersebut ternyata sudah dijual pelaku ke kepada seseorang bernama MT seharga Rp 1 juta. “Barang bukti curian itu langsung kami amankan berikut mobil pick up plat DK 8195 QB yang digunakan pelaku saat beraksi,” terangnya.

Baca Juga:  Bule Kanada Pelatih Yoga "Tantric Full Body Orgasm" Dideportasi

Sementara dari pengàkuan AS yang asal Sumatera Utara ini, dirinya nekat mencuri mesin tersebut karena sakit hati dengan mantan majikannya. Karena dengan alasan pandemi Covid-19, dirinya diberhentikan secara mendadak.

Dalam kondisi menganggur, tidak punya uang, timbul keinginannya untuk mencuri mesin tersebut. AS pun beraksi di malam hari dibantu rekannya AF yang asal Banyuwangi.

Meski menyesali perbuatannya, AS dan AF pun kini harus menjalani proses hukum dengan jeratan Pasal 363(1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya mencapai tujuh tahun penjara.

Baca Juga:  Pastikan Kelancaran, Jaya Negara Tinjau Vaksinasi Bagi Disabilitas

Selain AS dan SF, MT yang membeli mesin curian itu seharga Rp 1 juta pun bakal diperiksa petugas sebagai pengembangan kasus ini. (ina/kb)