Disapu Ombak Seorang Nelayan di Jembrana Hilang

Jembrana Peristiwa
suasana pencarian nelayan hilang.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Nasib naas menimpa nelayan di pesisir Desa Air Kuning, Jembrana, Suhaeri (42) asal Banjar Tengah, Air Kuning. Nelayan ini hilang disapu ombak ketika hendak mendaratkan jukungnya di pantai sekitar kurang lebih 50 meter dari bibir pantai pada Rabu sore (11/8/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun, korban setelah bermalam di tengah laut mancing bersama menantunya mencari ikan layur, korban Kamis pagi kembali ke darat.

Namun sekitar pukul 06.00 Wita saat hendak mendaratkan jukungnya di pantai sekitar kurang lebih 50 meter dari bibir pantai, jukung korban di hantam ombak tinggi.

Akibat kerasnya hantaman ombak menyebabkan bayungan pegangan katir jukung patah, menyebabkan jukungnya terbalik sehingga korban tercebur ke laut.

Warga yang ada di pantai berusaha menolong korban bersama menantunya. Namun saat itu ombak tinggi dan arusnya sangat kuat.

Pasalnya, korban dan menantunya tidak bisa berenang dan hanya menantu korban yang berhasil diselamatkan berserta jukung korban berhasil ditarik ke pinggir. Sedangkan korban terseret arus dan hilang.

Baca Juga:  Diklat Vokasi UI, Perwakilan Kodam IX/Udayana Raih Ranking 1 Peserta Terbaik

Seorang warga pesisir, Masirin (62) asal Banjar Munduk, Desa Air Kuning mengatakan saat hendak membantu para nelayan yang mau mendaratkan jukungnya ke daratan, ia melihat jukung korban sudah dalam keadaan terbalik.

Menurutnya korban dan menantunya sudah tercebur ke laut. Korban keduanya melambaikan tangan untuk minta tolong.

Saksi ini berusaha mendekat dan menolong korban, namun gelombang laut cukup tinggi dan arusnya sangat kuat, bahkan dirinyapun juga nyaris ikut terseret arus, sehingga tidak berani sendirian menolong korban.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Dorong Alih Teknologi Perikanan di Tabanan

Saksi akhirnya meminta bantuan masyarakat sekitar untuk berusaha menolong korban dan menarik jukung korban ke pinggir pantai.

“Gelombangnya tinggi dan arusnya sangat kuat, kaki saya juga sempat terserat arus saat berusaha mendekat. Kami berhasil menyelamatkan menantunya. Sedangkan mertuanya hilang terseret gelombang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kota Jembrana, Iptu I Putu Budi Santika ketika dikonfirmasi mengakui adanya kecelakaan yang dialami nelayan yang diakibatkan oleh ombak tinggi dan arus kuat tersebut.

“Korban selamat, Asrul Salim sempat dilarikan ke Puskesmas II Jembrana untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

Baca Juga:  Kelurahan Ubung Laksanakan Vaksinasi Dosis Kedua

Sedangkan menurutnya pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Satpolair Polres Jembrana. “Gelombangnya tinggi, arusnya deras dan cuaca seharian hujan. Tapi pencarian tetap dilakukan,” jelasnya.

Sedangkan koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri mengatakan pencarian hari pertama Kamis kemarin terhambat oleh cuaca hujan.

“Cuaca hujan dari pagi sampai malam, kami tidak bisa lakukan pencarian ketengah. Karena tenggelamnya tidak terlalu ketengah, kami lakukan alternative dengan penyisiran di pantai hingga di Desa Yeh Kuning dan Perancak,” ujarnya.

Pihaknya berharap cuaca Jumat hari ini mendukung sehingga pencarian bisa dilanjutkan, “hari pertama pencarian hasilnya masih nihil,” tandasnya. (gus/dx/kb)