Disimpan di Penggilingan Padi Dewa Suwat, Enam Karung Gabah Digondol Maling

Gianyar Peristiwa
Foto: Anggota Polsek Gianyar  meminta sejumah keterangan saksi di TKP pencurian gabah di penggilingan padi di Desa Suwat, Gianyar.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di saat pandemi Covid-19, pelaku pencurian pun kini mulai merubah sasaran. Seperti di Desa Suwat, Gianyar, gabah milik petani yang tersimpan di tempat penggilingan padi pun digondol maling.

Tidak tangung-tangung, pelaku menggondol sedikitnya enam karung gabah senilai Rp 700 ribu, milik salah seorang petani yang disimpan di gudang penggiligan sembari menunggu giliran digiling.

Pemilik gabah kering ini adalah I Ketut Suwela (70) warga Banjar Suwat Kaja, Desa Suwat, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Disebutkan, gabah hasil panennya ini tersimpan di tempat penggilingan padi milik Desa Adat Suwat, karena menungggu giliran digiling. Namun sayang, saat hendak digiling Minggu (11/4/2021) pagi, gabahnya ternyata sudah tidak ada.

Baca Juga:  Idelogi Pancasila Cegah Radikalisme
Penggilingan padi di Desa Adat Suwat

Pencurian gabah tersebut diketahui pertama kali oleh saksi I Nyoman Regog (65), sekitar pukul 07.00 WITA. Regog yang merupakan penjaga dari penggilingan padi tersebut, pada saat membuka pintu tempat penggilingan padi, melihat ada gabah di luar tembok. Regog kemudian menghubungi para pemilik gabah dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Bhabinkamtibmas.

Mendapat laporan, Bhabinkamtibmas Desa Suwat, Aipda AA Gde Agung bersama Babinsa Desa Suwat, Sertu AA Gede Arjana dan piket fungsi Polsek Gianyar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pencurian gabah di penggilingan padi milik Desa Adat Suwat berlokasi di Banjar Suwat Kaja, Desa Suwat, Gianyar.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan, begitu mendapat laporan anggota Polsek Gianyar langsung mendatangi TKP. Dari hasil olah TKP, korban Suwela kehilangan enam kampil gabah.

Baca Juga:  Tabrak Jembatan Anggrek, Warga Sibang Kaja Tewas Setelah Tercebur ke Tukad Ayung

Atas musibah itu korban mengalami kerugian mencapai Rp 700 ribu. Adapun modus operandi peristiwa pencurian tersebut pelaku yang masih dalam penyelidikan diduga masuk ke dalam tempat penggilingan padi dengan cara melompati tembok. Pelaku kemudian mengambil gabah yang ditaruh di gudang terbuka tempat penggilingan padi tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta sejumlah keterangan saksi,” pungkasnya. (ina/kb)