Disiplin Ikuti Protokol Kesehatan, Koster Minta NU Bali Bantu Pemerintah

Ceremonial Denpasar
Gubernur Bali Wayan Koster
DENPASAR, Kilasbali.com – Organisasi NU memiliki peran yang penting dalam sejarah Bangsa Indonesia. NU telah menunjukkan kontribusi dan komitmen terhadap ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
Oleh karena Gubernur Bali Wayan Koster mengaku senang melihat seluruh peserta Konferwil VII memakai kopiah sebagai ciri warga Nahdliyin yang juga diperkenalkan oleh pendiri bangsa Bung Karno.
Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka Konferwil VII Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU)  Provinsi Bali, bertema “Meningkatkan Penyamebrayaan Potensi Generasi Milenial Menyingsing Satu Abad Nahdlatul Ulama” di Hotel Harris, Denpasar, Minggu (6/9/2020).
“Saya berharap tradisi NU ini terus dipelihara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengedepankan nilai-nilai budaya di Indonesia ini sebagai bagian daripada bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Koster juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini fokus melakukan pengendalian penyebaran virus Covid-19. Kata dia, Provinsi Bali sesungguhnya sudah sempat mendapatkan apresiasi dari Presiden karena penanganan yang sudah baik.
Namun masih adanya oknum yang tidak tertib menjalankan protokol kesehatan membuat tren kasus Covid-19 di Bali kembali meningkat. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada warga NU di Bali untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kepatuhan warga melaksanakan protokol kesehatan.
“Saya mohon sekali agar kita sama-sama tertib dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan termasuk saya mohon kepada PWNU dan PCNU untuk bersama-sama menjalankan ketentuan ini dengan baik karena mulai besok akan ada operasi gabungan TNI dan polri serta pihak lain dalam rangka penegakan peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati sesuai arahan Presiden,” katanya.
Terkait Konferwil VII PWNU Provinsi Bali, Koster menyambut gembira pelaksanaan agenda organisasi yang penting ini. Koster mengapresiasi semangat PWNU Bali untuk tetap melaksanakan kegiatan di masa pandemi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Ia berharap dalam pelaksanaan Konferwil khususnya dalam memilih pemimpin mengedepankan semangat musyawarah dan berdemokrasi secara kondusif. “Supaya siapapun nanti yang menjadi pengurus dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali Abdul Aziz mengatakan, konferensi ini adalah forum tertinggi di tingkat wilayah di seluruh Indonesia. Ini adalah momentum di mana setelah pengurus 5 tahun berbakti untuk dievaluasi untuk menyampaikan laporannya sejauh mana kinerja yang sudah dilakukan.
Abdul Aziz menambahkan diantaranya untuk merumuskan program-program 5 tahun ke depan apa yang menjadi harapan-harapan daripada segenap warga Nahdlatul Ulama untuk NU di provinsi Bali ini dan yang terakhir tentunya di dalamnya akan memilih seorang pemimpin. “Harapan saya siapapun yang akan menjadi pemimpin nantinya bisa melanjutkan program-program yang telah kami tanamkan,” ujarnya.
Hadir Wakil Sekjen PBNU H. Sulthonul Huda, M.Si, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H, Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan beberapa perwakilan Forkopimda lainnya. (rls/kb)
Baca Juga:  Donor Plasma Konvalesen, Jadi Alternatif Sebelum Ditemukan Vaksin Covid-19