Diusir Antek Investor, Pedagang Pantai Nyanyi ‘Mesadu’ ke DPRD Tabanan

Politik Sosial Tabanan
Foto : Sidak Komisi II DPRD Tabanan di Pantai Nyanyi

TABANAN, Kilasbali.com – Merasa diusir karena berdagang oleh salah satu orang kepercayaan investor di Pantai Nyanyi, para pedagang akhirnya mengadu (mesadu) dengan menelpon Ketua Komisi II DPRD Tabanan untuk bisa memediasi.

Menanggapi keluhan dari masyarakat yang mengaku diusir dari tempat berjualan di jalan masuk ke Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kediri langsung ditindak lanjuti oleh anggota dewan Tabanan yang turun langsung ke lapangan, Rabu (31/3/2021).

Rombongan terdiri dari Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara, AA Sagung Ariani, Gede Oka Astawa, I Gede Putu Desta Kumara serta Dinas Pariwisata Tabanan.

Baca Juga:  Tim Yustisi Tabanan Gencar Sidak Prokes

Usai turun ke lokasi, Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara menjelaskan jika bahwa beberapa hari lalu pihaknya ditelepon oleh warga yang berjualan di pinggir Pantai Nyanyi, bahwa mereka diusir dari tempatnya berjualan selama ini.

Kata dia, selama ini ada lebih dari 10 pedagang makanan dan minuman dengan bangunan semi permanen yang ada di lokasi dan berdiri di lahan milik investor.

Para pedagang ini diijinkan berjualan di lahan investor selama belum ada pembangunan, tanpa dipungut retribusi. Hanya saja belakangan ini orang kepercayaan dari investor menyampaikan kepada para pedagang tersebut jika akan dilakukan pembangunan di lahan itu, sehingga para pedagang merasa diusir.

Baca Juga:  Pilwali Denpasar Tahun 2020 Hemat Anggaran Rp 7 Miliar Lebih

“Awalnya mereka berjualan disebelah timur, lalu mereka pindah ke sebelah barat. Tapi dibarat katanya diusir lagi, sehingga sekarang mereka berjualan di ruas jalan yang empat bulan lalu statusnya sudah jalan kabupaten,” ungkapnya.

Atas kondisi itu maka para pedagang meminta pendampingan kepada anggota dewan agar mereka bisa berjualan di tempat yang layak, sehingga Komisi II DPRD Tabanan pun akan meminta Dinas Pariwisata Tabanan untuk segera berkomunikasi dengan aparat dusun, desa atau camat.

“Agar bagaimana mereka para pedagang ini bisa tetap berjualan, kan kasian mereka ini, orang mereka nyari makan,” sambungnya.

Baca Juga:  Warga Komando Jajaran Kodam IX/Udayana Berbagi Takjil

Disamping itu, para pedagang juga berharap bisa dibuatkan tempat berjualan dipinggir pantai tersebut, sehingga tidak digeser-geser lagi.

“Saya rasa aparat desa kurang komunikasi dengan pihak investor, jadi secepatnya kita minta agar dijalin komunikasi antara aparat desa dengan investor agar ada jalan keluar,” tandas Lara. (dx/kb)