DPRD Buleleng Genjot Penyempurnaan Ranperda PAUD

Buleleng Pendidikan Tokoh
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari SE, MM

BULELENG, Kilasbali.com – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Buleleng genjot penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ranpaerda ini dikebut untuk  memperjuangkan penambahan  kesejahteraan berupa insentif kepada seluruh tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Buleleng.

Ketua Pansus III DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari SE, MM menilai, selama ini upah bulanan diterima oleh para guru PAUD non Aparatur Sipil Negara (ASN) tergolong minim.

“Jadi seyogyanya, kita (Dewan) memperjuangkan penambahan kesejahteraan berupa insentif bulanan. Kita perhatikan (prioritaskan) itu, guru PAUD berstatus honor daerah, bukan ASN. Informasi, besaran gaji bulanan guru PAUD berstatus tenaga kontrak dan honor daerah Rp 1,2 per bulan,” kata Hesti Ranitasari, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga:  Tak Kunjung Difinitif, Plt Kasek SD Was-was

Berapa nilai besaran insentif yang diusulkan untuk guru PAUD? Srikandi Demokrat akrab disapa Rani menyebut, melihat besaran insentif bulanan guru PAUD di kabupaten/kota lain seperti Kabupaten Gianyar sebesar Rp 150 ribu-Rp 200 ribu per bulannya. Nah khusus di Buleleng, pihaknya pun berusaha memperjuangkan nilai besaran sama. Meski begitu, usulan insentif nantinya tetap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Baca Juga:  Lulusan SD di Denpasar 13.881 Siswa, Kuota SMPN Hanya 4.000-an

“Sejatinya, beban kerja guru PAUD itu, sangatlah berat. Mereka (guru PAUD) mendidik mesti extra hati-hati, seperti halnya dalam kurikulum budi pekerti. Pembentukan generasi unggul sebelum menginjak SD, SMP dan SMA itu kan tak lepas dari pendidikan usia dini sebagai alas dan dasar mengenyam ilmu pengetahuan. Besar harapan kita, pemerintah mampu menyisihkan anggaran untuk pemberian insentif guru PAUD,” harapnya.

Masih kata Rani, penyempurnaan Ranperda Pengadaan PAUD ini, telah dibahas dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Buleleng, Tim Penyusun naskah Akademis, dan Dinas Pedidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Lulusan SD di Denpasar 13.881 Siswa, Kuota SMPN Hanya 4.000-an

“Selanjutnya, tinggal pembahasan dalam rapat Gabungan Komisi meminta saran dan pendapat untuk disempurnakan.lagi,” tandasnya. (ard/kb)