Driver Freelence Banting Stir Jualan Lele Rica-rica Online

Denpasar
Foto: Lele rica-rica buatan Hendrik.

DENPASAR, Kilasbali.com – Pandemi virus corona yang melanda masyarakat secara global menyebabkan semua lini perekonomian terpuruk. Salah satunya sektor pariwisata di Bali. Untuk bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19, seorang driver freelence terpaksa banting stir dengan menggeluti bisnis kuliner berupa olahan lele rica-rica dengan berjualan secara online.

Seperti yang disampaikan Nyoman Sujana seorang driver freelence asal Jembrana.

Dirinya mengaku pendapatannya mulai menurun memasuki awal bulan Pebruari 2020.

Baca Juga:  Menteri Keuangan Beri Penghargaan untuk Pemkot Denpasar

Dalam sebulan (Pebruari-red) dirinya hanya mendapatkan dua kali orderan tour.

“Terakhir jemput tamu Tiongkok tanggal 5 dan tamu Belanda tanggal 15 Pebruari saja. Setelah itu semuanya cancel,” ungkap pria yang biasa dipanggil Hendrik, Minggu (10/5/2020).

Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hendrik terpaksa banting stir dengan berjualan olahan kuliner seperti lele rica-rica, lele bumbu, tum, dan pesan lele secara online.

Baca Juga:  Tunjukkan Trend Membaik, di Denpasar Pasien Sembuh Lampaui Kasus Positif

Lele rica-rica dijual Rp. 60.000 per kemasan sedangkan lele bumbu dijual Rp. 30.000/kilogramnya.

Untuk bahan bakunya diambil dari kolam peternak lele di wilayah Cica Desa Buduk Kabupaten Badung.

Hendrik berharap pandemi corona ini cepat berlalu sehingga situasi bisa normal kembali.

Dirinya juga berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap pekerja pariwisata frelence, karena selama ini dirinya hanya mendapat bantuan dari sebuah koperasi yang bersifat pribadi. (sgt/kb)