Efek Pendemi Penjualan Genteng di Tabanan Menurun Drastis

Ekonomi Bisnis Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Di tangah pamdemi Covid -19, penjualan genteng di Desa Nyitdah, Tabanan mengalami penurunan. Sebelum Covid -19 penjualan genteng di wilayah tersebut lumayan banyak.

Salah satu Pemilik usaha genteng di Desa Nyitdah, I Nyoman Sueta mengatkan, sebelum pandemi hasil penjualan genteng lumayan namun setelah pandemi covid -19 hasil penjualan genteng mengalami penurunan sangat drastis.

“Harga bahan bakar naik seperti sambuk biasanya harga Rp 400 ribu per truk sekarang sudah naik mencapai bcapai harga Rp 700 ribu bahkan bisa sampai Rp 800 ribu, tapi meskipun begitu dari pada barang rusak kita bakar saja dulu sambil menunggu pembeli,” tuturnya, Minggu (28/3/2021).

Baca Juga:  Curi Sepeda Motor, Polsek Kediri Bekuk Dua Buruh Proyek Asal Sumba

Ditambahkan, untuk saat ini pihaknya kadang hanya bisa menjual genteng seharga Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Menurutnya untuk saat ini sudah lumayan, tapi kalau dibanding saat normal penjualan jauh menurun.

“Pada saat pendemi seperti sekaramg pembeli genteng kebanyakan orang pribadi dan jumlahnya tidak banyak,” tambahnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah agar semua masyarakat Bali bisa secepatnya divaksin dan pariwisata Bali bisa secepatnya bisa dibuka dan pulih agar perekonomian bisa normal kembali.

Baca Juga:  Tim Yustisi Tabanan Gencar Sidak Prokes

“Saya mengharapkan semua masyarakat di Bali biar cepat mendapatkan vaksin Covid -19 sehingga Bali aman pariwisata di buka tamu banyak datang ke Bali, sehingga saya mendapat sedikit penghasilan,” harapnya. (gsd/*KB).