Efek Sidak PNS, Kantin di Pemkab Gianyar Sepi

Gianyar News Update
Efek Sidak PNS, Kantin di Pemkab Gianyar Sepi

GIANYAR, Kilasbali.com – Penertiban pegawai keluyuran saat jam kerja, yang dilakukan Satpol PP Gianyar benar-benar efektif. Bahkan, kantin yang kerap menjadi sasaran sidak pun kini ditinggalkan para pegawai.

Dari pantauan yang dilakukan Senin (1/3/2021), pukul 11.00 WITA, kondisi kantin yang biasanya dijejali pegawai tampak sepi.

Salah satu pedagang kantin mengatakan, menghindari sidak sebagian pegawai memilih memesan antar dan sebagain lainnya membawa bekal makanan dari rumah.

“Sekarang sepi, tidak ada yang berani belanja, kecuali saat jam istirahat,” ungkapnya.

Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, sidak terakhir yang dilakukan Satpol PP atas instruksi Bupati Gianyar Made Mahayastra dilakukan pada bulan Desember 2020 lalu dan hingga kini menjadi momok.

Buktinya setelah tiga bulan, pegawai pemerintah di lingkungan Pemkab Gianyar pantang berkeliaran.

Baca Juga:  Pasar Relokasi Sukawati Diharapkan Jadi Pasar Hewan

Wisnu Wijaya juga mengapresiasi dalam mendisplinkan pegawai, tidak mesti dilakukan dalam beberapa kali sidak.

Hanya dalam sekali sidak, pegawai telah memiliki kesadaran. Ia pun meminta makan saat jam kerja tidak ditemukan lagi, baik di kantin di lingkungan kantor Pemkab Gianyar maupun di luar.

Sebab, selain mengganggu kinerja, hal itu akan memberikan citra negatif pada pegawai pemerintah. Terlebih saat ini, Gianyar dalam kesulitan ekonomi dan banyak masyarakat menganggur.

Baca Juga:  Tim Yustisi Tabanan Gencar Sidak Prokes

“Mari tingkatkan kinerja, berikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Satpol PP Gianyar melakukan sidak pada pegawai pemerintah di lingkungan Pemkab Gianyar.

Dalam sidak itu terjaring 11 orang. Namun sejatinya, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari jumlah pegawai malas yang mestinya ditertibkan.

Kasatpol PP Gianyar, Made Watha mengatakan, pegawai harus memiliki kedisiplinan tinggi, seharusnya dia tidak makan saat jam kerja.

Baca Juga:  Dimaki Korban Diduga Jadi Pemicu YJ Habisi Dadong Minten

“Karena ada jam makan pagi sebelum pukul 07.30 Wita dan saat makan siang pukul 12.00 sampai pukul 13.00 Wita. Namun selama ini, justru banyak pegawai yang makan di luar jam tersebut. Lebih disayangkan lagi, ketika mereka di kantin, mereka makan tidak kurang dari 10 menit, sisanya ngerumpi,” terangnya.

Karena itu, pihaknyaa tidak ingin seperti itu. Jangan sampai ada kesan dalam suasana covid ini pegawai pemerintahan santai. Karena di masa pandemi, pelayanan harus tetap optimal. (ina/sgt/kb)