Efisiensi, Dukcapil Gianyar Ganti Kertas

Birokrasi Gianyar News Update
Foto; Dinas Dukcapil Gianyar kini gunakan kertas HVA A5.

GIANYAR, Kilasbali.com – Efisiensi di segala bidang kini menjadi jalan satu-satu yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Tak terkecuali Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Gianyar, yang mulai ganti kertas dalan penerbitan produk layananya. Selain KTP dan KIA, KK dan akta kini hanya menggunakan kertas A4 80 gram.

Ni Ketut Sutriani (28), warga Banjar Delod Bumbang, Desa Kenderan, terlihat sedikit kecewa setelah keluar dari Kantor Disdukcapil Gianyar, Kamis (01/10/2020).

Baca Juga:  Koster Harap Dana Desa Dikelola Lebih Terfokus

Setelah mengikuti antrean, permohonan perubahan kartu keluarga (KK) yang urusnya ternyata  berupa kertas putih mirip fotocopy. Padahal sebelumnya, kartu keluarga sebelumnya dicetak dari kertas khusus berwarna biru.

Setelah ditanyakan ke petugas, sejak beberapa minggu ini, semua produk layanan Dukcapil, kecuali KTP dan KIA memang sudah diganti dengan kertas biasa.

“Awalnya saya tidak yakin, karena penjelasan petugas begitu ya gemana. Takutnya, saat saya gunakan di tempat lain, malah keasliannya disangsikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Astungkara, Sembuh Bertambah 141 Orang

Secara terpisah, Sekdis Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gianyar, Wayan Ardana membenarkan pergantian kertas itu.

Masyarakat pun diminta agar tidak ragu dengan akta yang dicetak memakai kertas A4, asalkan akta itu memang diterima dari Disdukcapil.

Disebutkan, akta kertas putih  tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Sesuai arahan Dirjen, kata dia, per Juli 2020 semua Disdukcapil dilarang menggunakan blanko la dan harus sudah diganti menggunakan kertas HVS A4.

Baca Juga:  Listrik Byarpet, Warga dan Penghobi Koi Resah

“Kami merunut Permendagri no 109 tahun 2019. Pencetakan dokumen kependudukan kecuali KTP dan KIA semuanya menggunakan kertas HVS A4 80 gram.

Ini adalah bagian dari efisiensi, efektivitas dan kemudahan dalam administrasi kependudukan,” pungkasnya. (ina/kb)