Eksekusi No! Bersatu Yes! Pakudui Kangin ‘Mesadu’ ke DPRD Gianyar

Gianyar Peristiwa
Foto : Krama Pakudui Kangin saat mengadu ke DPRD Gianyar.

GIANYAR, Kilasbali.com – Yel-yel Eksekusi No! Bersatu Yes! terus diujarkan oleh puluhan krama Pakudui sembari membentangkan spanduk saat memasukui Gedung DPRD Gianyar, Rabu (26/8/2020). Kedatangan meraka pun rupanya telah ditunggu oleh Pimpinan DPRD dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Tiada lain, krama yang menjadi termohon eksekusi lahan sengketa yang rencananya dilaksanakan pada Senin (31/8/2020) depan ditunda dengan sejumlah alasan.

Dikawal aparat kepolisian dan didampingi para kuasa hukumnya, sekitar 48 krama Pakudi Kangin, Desa Kedisan, Tegalalang, tiba di Sekretariat DPRD Gianyar, sekitar Pukul 10.00 WITA. Hingga memasuki ruangan, baliho pun mulai dibentangkan sembari menunggu anggora DPRD Gianyar yang menerimanya.

Salah satu tulisan spanduk “Eksekusi No! Bersatu Yes!” pun dijadikan yel-yel penyemangat. Kedatangan mereka menemui wakil rakyat adalah untuk menyampaikan aspirasi untuk mengadu (mesadu) terkait sengketa kasus perebutan plaba pura dengan Pakudui Kawan.

Beberapa menit menunggu, warga pun dibatasi memasuki ruangan untuk menjalan protokol kesehatan. Dalam pertemuan itu, mereka diterima oleh pimpinan dewan, I Wayan Tagel Winarta, IGN Anom Masta dan Ida Bagus Gaga Adi Saputra serta anggota dewan Dapil Tegalalang, I Wayan Ekayanam Sudiasa dan Ondo Wirawan di ruangan rapat Fraksi kantor DPRD Gianyar.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa pihak Pakudui Kangin meminta keadilan dalam sengketa kasus ini. Di mana dalam putusan terakhir sudah ingkrah memenangkan Pakudui Kawan. Wayan Subawa perwakilan Pakudui Kangin, didampingi sejumlah kuasa hukum, menyatakan dalam kasus tersebut pihaknya akan taat dengan putusan hukum dari pengadilan.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Bertambah 30 Orang

“Eksekusi ini terkesan dipaksakan. Karena hingga saat ini masih ada proses hukum yang masih berjalan. Kami bukan melawan aparat penegak hukum, melainkan minta ditunda dulu biar jelas perkaranya,” jelas Subawa.

Mengenai ajakan damai dari Pemohon eksekusi yakni krma Pakudui Kawan, Kuasa Hukum Pakudui Kangin Edi Hartaka mengungkapkan jika perdamaian itu sudah berulang kali diwacanakan. Pertama di Tahun 2006, kedua Tahun 2011.

“Pakudui Kangin bukan menolak damai. Justru menyatakan bersedia laba Pura Puseh dikuasai apabila pemohon eksekusi dalam hal ini I Ketut Karma Wijata dapat menunjukkan dokumen bukti asli bahwa pemohon adalah pemilik laba Pura Puseh,” ungkap Edi Hartaka didampingi tim kuasa hukum yang lain.

Baca Juga:  Diduga Kurang Hati-hati Saat Nyalip, Avansa Seruduk Truk

Pada kesempatan itu, Edi Hartaka berharap anggota dewan memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama-sama. Pihaknya pun siap menerima ajakan berdami. “Krama Pakudui Kangin juga tidak ingin ada pertumpahan darah. Tapi harus jelas, bagaimana gambaran perdamaian itu. Bukan hanya slogan saja,” terangnya.

Meski tidak langsung mendapatkan solusi, Wayan Subawa dan krama berharap anggota dewan bisa memberikan pandangan hukum. Terkait kemungkinan bergabung menjadi Desa Adat Pakudui, Wayan Subawa mengaku belum bisa memastikan. Namun jika rencana eksekusi tetap lanjut, Subawa mengaku puluhan krama Pakudui Kangin tentunya pasti melakukan aksi perlawanan.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan dewan menyampaikan bahwa mereka tidak bisa memuaskan atau mendukung pihak manapun. Mereka juga tidak bisa menginterpensi kasus hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga:  KPU Tabanan Tetapkan DPT Pilkada Tabanan 362.813 Pemilih

“Tugas kami didewan menampung aspirasi krama, kami tidak bisa menginterpesi kasus hukum yang sudah berjalan, apalagi putusan sudah ingkrah,” jelas Wayan Tagel Winarta.

Hanya saja pihak bisa menyampaikan aspirasi ini kepada pihak-pihak yang terkait termasuk kepada bupati, pengadilan. “Dalam eksekusi nanti perlu kita perhatikan protokol kesehatan, mengingat situasi setiap harinya selalu ada kenaikan kasus positif covid-19, nanti kita akan sampaikan ke pengadilan,” jelasnya.

Sementara I Gusti Ngurah Anom Masta berharap kedua belah pihak melakukan langkah-langkah damai. Ia mengapresiasi pernyataan pihak Pakudui Kangin yang taat terhadap hukum dan putusan pengadilan.

Akhir pertemuan tersebut, pihak Pakudui Kangin ingin melakukan perdamaian, dan meminta DPRD Gianyar memfasilitasi dengan memanggil kedua belah pihak agar perdamainnya adil tidak berat sebelah. Dengan syarat, upaya perdamaian dilaksankan di Sekretariat DPRD dan bukan di Pakudui Kawan. (ina/kb)