Empat Hari Menghilang, Pekak Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

Gianyar Peristiwa
Foto: Evakuasi korban dengan cara menyusuri sungai.

GIANYAR, Kilasbali.com – Warga Desa Batuan Kaler, Sukawati, Gianyar, dikejutkan dengan temuan sesosok mayat yang sudah membusuk nyangkut di pinggir aliran sungai, Jumat (26/6/2020) siang.

Korban yang diketahui bernama I Ketut Serep alias Pekak Serep (85) asal Banjar Belah Tanah, Batuan Kaler ini, ditemukan dalam proses pencarian warga di hari keempat sejak korban pergi dari rumah.

Hingga Pukul 12.30 WITA, setelah prajuru adat setempat melakukan koordinasi, mayat korban akhirnya dievakuasi warga bersama petugas dengan melalui aliran sungai menuju jalan setapak.

Lantaran melintasi bawah jembatan, pengguna jalan pun penasaran ingin melihat evakuasi, sehingga kemacetan pun terjadi dari Simpang Patung Bayi menuju Blahbatuh. Sesampai di Jalan raya Mayat korban langsung dibawa ke kuburan adat setempat dengan mobil ambulan PMI.

Baca Juga:  Diduga Terlibat Jadi Tim Kampanye, Bawaslu Periksa Kades, BPD dan Kaur

Dari keterangan anak korban, I Wayan Sudiana (50), bahwa ayahnya yang sudah uzur itu memang sudah linglung. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, korban tidak diperbolehkan keluar rumah, lantaran sering lupa jalan pulang.

Namun, entah bagaiman caranya, korban berhasil kabur dari rumah pada hari Rabu (23/6/2020) lalu. “Kami tidak menyana jika bapak berhasil pergi dari rumah. Saat dinihari, kami sedang tidur lelap,” ungkap Sudiana.

Baca Juga:  Awali Usaha COD Pakai Motor, Maharani Kini Jadi Pengusaha Sukses

Mendapati orang tuanya hilang dari kamarnya, pencarian pun dilakukan di sekitar areal tegalan dan persawahan. Tiga hari dilakukan pencarian tidak juga ditemukan. Hingga di hari ke empat proses pencarian tetap dilaksanakan.

“Dari pagi hari saya ikuti aliran Sungai Batuan ini, hingga saya menghirup bau busuk. Saat saya cari sumbernya ke utara, akhirnya kami menemukannya yang posisinya telugkup di pinggir aliran sungai,” I Made Muja (62) warga yang pertamakali menemukan korban.

Temuan itu lantas disampaikan ke pihak keluarga lainnya lanjut ke prajuru adat dan aparat kepolisian. Beberapa menit kemudian, petugas dari BPBD Gianyar dan PMI pun datang ke lokasi untuk proses evakuasi.

Baca Juga:  Bagikan Masker Gratis, Yowana Ubud Ingatkan Prokes

Karena harus melalui jalan umum, proses evakusi pun dilakukan melalui aliran sungai hingga sejauh 1 km.

Kapolsek Sukawati, AKP Suryana yang dihubungi terpisah menyebutkan, pihaknya sudah melakukan identifikasi serta meminta keterangan para saksi.

Dari keterangan keluarga, korban memang menderita gangguan ingatan dan sudah bebepa kali meninggalkan rumah dengan tujuan tidak jelas.

“Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Jenasah langsung dibawa ke kuburan sesuai adat setempat,” terangnya singkat. (ina/kb)