Fikom Undwi Seimbangkan Akademik dan Soft Skill

Denpasar Pendidikan
Foto: Para Dosen berfoto bersama dalam Latihan Keterampilan Managemen Mahasiswa Tingkat Dasar.

DENPASAR, Kilasbali.com – Latihan Keterampilan Managemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) kembali digelar oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra Denpasar selama dua hari yakni 1 hingga 2 Juli 2019.

Gelaran LKMM-TD ketiga ini dilaksanakan di Aula Udyana Santhi Yayasan Dwijendra. Selama dua hari, mahasiswa semester dua beserta BEM Fakultas mendapatkan aneka materi terkait pengembangan soft skill.

“Mahasiswa diberi soft skill agar menjadi insan yang seimbang baik kompetensi akademik dan soft skill,” ujar Dekan FIKOM UNDWI, Drs I Wayan Kotaniartha SH., M.H saat pembukaan, Senin malam (1/6/2019).

Lebih lanjut mengatakan, melalui LKMM diharapkan mahasiswa memiliki nilai tambah dalam pengembangan karier di masa depan.

“Mereka yang memiliki kemampuan soft skill kepemimpinan akan lebih cepat serta mampu bersosialisasi dimanapun nanti mereka bekerja,” tuturnya.

Kotaniartha, menambahkan
Melalui konten pelatihan, para mahasiswa yg berasal dari kalangan heterogin ini sangat tepat diinisiasi tentang pembentukan karakter kebangsaan, menjaga keutuhan NKRI, mencegah paham radikalisme, dan mencegah politisasi identitas dalam kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Dwijendra, Drs. I Made Sutika, M.Si, memberi apresiasi positif terlaksananya kegiatan ini.

“Saya bangga pada Fikom karena terus melaksanakan kegiatan yang menunjang suasana akademik seperti LKMM ini,” ungkapnya.

Menurutnya LKMM ini merupakan salah satu upaya untuk menggali dan mengembangkan potensi minat dan bakat mahasiswa.

“Mahasiswa harus senantiasa siap dalam segala hal. Kemampuan mengimplementasikan pembelajaran ke institusi lain nantinya menjadi poin plus yang diharapkan bisa dilakukan oleh mahasiswa. Pelatihan seperti inilah yang membentuk itu,” tutupnya.

Pada hari pertama, mahasiswa disuguhi materi tentang dasar-dasar kepemimpinan dan teknik pengambilan keputusan, administrasi organisasi, serta pengenalan dan pengembangan potensi diri.

Sementara pada hari kedua, teknik penyusunan proker dan usulan kegiatan (pengembangan program), perumusan gagasan awal dan tata kelola organisasi kemahasiswaan, orientasi pengerjaan tugas dan latihan lalu diakhiri dengan games untuk melatih teamwork. (kb)