Galungan, Peternak Babi Bakal Jadi “Sultan”

Ekonomi Bisnis Gianyar
Foto: Peternak babi di Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Meski kondisi ekonomi anjlok akibat dampak pandemi, namun bisa dipastikan harga daging babi bakal melambung tinggi jelang Hari Raya Galungan. Lantaran tradisi ini pula membuat penernak babi kali ini, benar-benar bakal menikmati hasil berlimpah. Peternak babi bakal menjadi “sultan” karena dipastikan akan terjadi kenaikan harga.

Menuju Hari Raya Galungan, harga daging babi yang sehari-harinya sudah terbilang tinggi, kini mulai pelan-pelan naik harga. Di pasar-pasar tradisional, dengan dalih sulitnya mendapatkan babi, harga daging babi super kini sudah mencapai Rp 80 ribu.

Dengan tren harga ini, peternak babi di Gianyar dipastikan bakal menikmati keuntungan harga penjualan babi potong. Prediksi ini didasari atas stabilnya populasi babi dan di saat masa pandemi peternak memilih memelihara babi dengan jumlah konstan.

Baca Juga:  Pasar Relokasi Sukawati Diharapkan¬†Jadi Pasar Hewan

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ngakan Putu Ready menjelaskan populasi babi di Gianyar saat ini berkisar 87.000 ekor. Jumlah ini konstan tidak mengalami kenaikan, dibanding hari Raya Galungan sebelumnya. “Biasanya jelang Galungan, jumlah Babi potong naik sampai 5%,” jelas Ngakan Ready, Kamis (25/3/2021).

Disebutnya, peternakan Babi saat ini masih didominasi di tiga kecamatan, Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring. Untuk perkilo daging Babi potong, kisaran Rp40-50 ribu perkilogran, sehingga harga daging kemungkinan di atas Rp 80 ribu.

Disebutnya, pihaknya tidak bisa mengeluarkan kebijakan agar penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET). “Belum ada mekanisme untuk itu (HET), yang berlaku hukum ekonomi, suplai and demand,” terangnya.

Baca Juga:  Peserta Pameran Bonsai Diprediksi Membludak

Walau demikian, diharapkannya baik pedagang besar dan pedagang daging babi agar tidak memanfaatkan untuk mencari keuntungan yang tinggi. “Ini masa pandemi, situasi ekonomi sulit, kami harapkan dijual dengan harga wajar, jangan mencari keuntungan tinggi,” harapnya.

Salah satu peternak Babi asal Buahan, Payangan, Wira Manggala menyebutkan tingginya harga babi potong disebabkan harga bibit babi naik sampai 5%. Sedangkan rata-rata peternak rumah tangga memelihara 10 ekor babi.

Sementara untuk peternak besar dengan kisaran jumlah 50 sampai 200 ekor. “Kami peternak berharap harga tetap stabil seperti saat ini, sehingga biaya pakan dan pokok pembelian bibit tertutupi,” harapnya. (ina/kb)