Gandeng BNN, PDIP Intensifkan Pararem Narkoba ke Seluruh Desa Adat Gianyar

Gianyar
Foto : Sosialisasi penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS.

GIANYAR, Kilasbali.com – Hingga saat ini, dari 266 Desa Adat, sudah ada 7 Desa di Gianyar yang terintegrasi dengan sistem pararem anti narkotika. Karena sanksi adat ini dinilai efektif menekan angka penyalahgunaan narkoba, PDIP Gianyar pun akan terus mendorong dan memfasilitasi upaya BNN Gianyar agar pararem ini terakomodir di seluruh desa adat. Hal itu disampaikan oleh Sekretari DPC PDIP Gianyar, I Ketut Sudarsana, disela Sosialisasi Bahaya penyalahgunaan Narkoba dan HIV/Aids di Balai Budaya Gianyar, Sabtu (7/3/2020).

Disebutkan, DPC PDIP Gianyar, kini mencoba merubah pola berpikir masyarakat tentang politik itu sendiri. Dengan berpegangan bahwa politik itu suci, maka gerakan partainya lebih berasifat edukasi. Soaliasi bahaya narkoba ini digelar, karena keprihatinannya terhadap kelangsungan bangsa. Karena hambir 40 orang lebih meninggal dalam setiap harinya akibat narkoba. “Bagimana kita bisa membumikan ajaran Bung Karno tentang kekuatan Pemuda jika generasi kita keropos dan lumpuh karena narkoba,” ujarnya.

Jadi narkoba yang merupakan saudara kandungnya sek bebas dan HIV/AIDS. Dan ini harus diperangi bersama. Karena itu, upaya yang sudah dilakukan BNN akan terus didorong dan difasilitasi agar pelaksanaannya sesuai dengan rencana. Salah satunya terintegrasi sistem pararem anti narkotika di Desa adat.

Karena awig awig atau pararem anti narkotika yang sudah diberlakukan untuk mengikat warga dalam mencegah penyalagunaan narkoba yang lebih luas dinilai efektif oleh masyarakat adat sendiri. “Kami rasa ini sudah disepakati berlaku di hampir semua wilayah Desa Adat. Disini kami akan hadir untuk membantu dan menyambung kebuntuan yang mungkin menjadi kendala. Semua kader kami libatkan. Bahkan kalau ada kader yabg terlibat narkoba dipastikan langsung dipecat,” terangnya.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri kader partai, perwakilan dari BNN dan KPA, namun juga ribuan siswa SMP dan SMA di Gianyar. Dalam kegiatan serangkaian Hut PDIP KE47 ini menggandeng narasumber dari BNN Kabupaten Klungkung serta Narasumber Komisi penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Gianyar.

Pada kesempatan itu, Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa memaparkan banyaknya generasi muda saat ini yang terpapar dan tersangkut menggunakan narkoba sehingga jika ini terus terjadi akan merusak generasi muda jika tidak stop saat ini. Karena dari coba-coba atau terlanjur, sebagai pengguna bakal tanpa masa depan lagi.

Disebutkan pula, bahaya peredaran narkoba saat ini sudah sangat masif dan tidak hanya menyasar kalangan orang dewasa namun juga pelajar. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat rutin mengadakan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah. Karena saat ini sudah ada produk-produk narkoba baru yang menyasar kalangan pelajar. (ina/kb)