Gandeng Ditlantas Polda Bali, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Gelar “Police Goes to School and Safety Riding”

Denpasar
Gandeng Ditlantas Polda Bali, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Gelar “Police Goes to School and Safety Riding”

MANGUPURA, Kilasbali.com – Menyikapi adanya seorang siswa yang tewas akibat kecelakaan bermotor saat merayakan kelulusan, mematik perhatian Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Kerobokan. Yayasan ini hadir untuk menanamkan mental berkendaraan yang baik dan benar serta bertanggung jawab bagi para peserta didiknya.

Kamis (3/6/2021) sore, Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang menaungi sekolah SMP/SMA/SMK Ngurah Rai Kerobokan, Badung menggandeng Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali mengadakan edukasi prokes dan tertib berlalu lintas bertajuk “Police Goes to School and Safety Riding” bertempat di Sekolah Ngurah Rai, Rai Kerobokan, Badung.

Kegiatan serangkaian HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day 3 Juni 2021, dan HUT ke-61 SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) ini melibatkan peserta siswa SMP dan SMA Ngurah Rai serta adik-adik dari SOKSI Z. Acara dibuka langsung Ketua Yayasan Pendidikan Ngurah Rai Anal Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang juga Anggota Komisi II DPR RI/Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali. Edukasi ini menghadirkan pembicara Kompol I Made Uder, selaku Kasi Dikmas (Pendidikan Masyarakat) Ditlantas Polda Bali.

Baca Juga:  Peringati Bulan Bung Karno III, K3S Denpasar Gelar Donor Darah

Amatra yang akrab disapa Gus Adhi menjelaskan kegiatan edukasi safety riding ini didasari atas keprihatinan terhadap tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar. Lewat edukasi ini Gus Adhi ingin melakukan pencegahan dini sehingga lebih banyak generasi muda yang terselamatkan dari bahaya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Kecelakaan lalu lintas banyak terjadi di kalangan pelajar dan paling banyaknya di SMA. Jadi penting para pelajar ini diberikan pemahaman safety riding bagaimana berkendara sepeda motor yang aman sejak dini,” ungkap Gus Adhi yang juga merupakan Anggota Komisi II DPR RI dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu ini.

Edukasi safety riding ini juga menjadi bagian dari program edukasi Yayasan Ngurah Rai serangkain branding “Sekolah Ngurah Rai Reborn: Kami Hadir untuk Kualitas” yang menandai era baru, wajah baru dan penerapan teknologi terkini mendukung pembelajaran serta kebangkitan sekolah ini dalam kontribusinya mencerdaskan anak bangsa dan memajukan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Bali.

Baca Juga:  Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar Mencapai 97,03 Persen

Dalam kesempatan ini, Gus Adhi mengajak generasi muda untuk serius memahami safety riding dan menerapkannya ketika sudah waktunya dan sudah cukup umur mereka berkendara. Gus Adhi juga berpesan agar generasi muda para pelajar ini menghindari narkoba.

“Kalau pemahaman safety riding di generasi muda ini sukses kita berikan maka kita tidak hanya menyelamatkan generasi muda tapi juga menyelamatkan bangsa. Makanya kita isi generasi muda tidak hanya dengan ilmu pendidikan, wawasan kebangsaan tapi juga ilmu keselamatan sepeda motor,” papar Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Untuk di SMP Ngurah Rai, Gus Adhi menuturkan pihaknya melarang siswa SMP membawa motor ke sekolah karena belum cukup umur. Karenanya diharapkan kesadaran orang tua meluangkan waktunya mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Sementara bagi siswa yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah, diharapkan agar ke sekolah dengan bersepeda. Karenanya dalam edukasi safety riding ini juga ditekankan bagaimana keamanan bersepeda.

Baca Juga:  Muntra Disingkirkan, Cokorda Pemecutan XI Sebut Nyali Golkar Ciut

“Bagi yang rumahnya dekat, kita anjurkan bersepeda, kita siapkan lahan parkir yang luas. Dan ingat safety riding bersepeda juga. Anak-anak yang belum cukup umur agar naik sepeda dan bisa menyehatkan dirinya dengan bersepeda di masa pandemi,” pungkas Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Kompol I Made Uder, selaku Kasi Dikmas (Pendidikan Masyarakat) Ditlantas Polda Bali memberikan pemahaman kepada para pelajar SMP dan SMA ini terkait safety riding dan tertib berlalu lintas. Ungkapnya pengendara kendaraan bermotor (sepeda motor) harus siap diri (seperti harus punya SIM), siap kendaraan (cek kelengkapan kendaraan, seperti lampu, lampu sign). Mereka jug harus memahami rambu-rambu lalu lintas (larangan, perintah, petunjuk, peringatan).

“Berkendara di jalan adalah tantangan. Jadi Di jalan kendalikan diri, jangan ngebut. Jangan lupa pakai helm. Tiap hari jadikan safety riding sebagai kebiasaan dan akhirnya dengan sendirinya dilakukan jadi budaya,” pesan Kompol I Made Uder. (m/kb)