Gandeng RSPTN, Denpasar Kembali Swab Test Massal Ratusan PMI

Denpasar
Gandeng RSPTN, Denpasar Kembali Swab Test Massal Ratusan PMI

DENPASAR, Kilasbali.com – Pemkot Denpasar kembali melakukan test swab massal kepada ratusan PMI yang sedang menjalani masa karantina di sejumlah rumah singgah yang disiapkan Pemerintah Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha percepatan penanganan Covid-19. Bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar serta RSPTN Unud, Pemkot Denpasar bergerak cepat untuk melaksanakan Swab Test masal dengan menyasar 140 PMI.

Baca Juga:  Cegah Covid-19 di Taman Kota Lumintang dan Pasar Wangaya

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai (20/5/2020) menjelaskan, salah satu upaya untuk percepatan penanganan Covid-19 adalah melaksanakan test sehingga kondisi kesehatan PMi dapat diketahui dengan jelas. Pelaksanaan Swab Test Massal menjadi penting untuk mengambil langkah selanjutnya dalam hal ini PMI serta orang yang berstatus OTG yang sedang dikarantina.

“Selama pelaksanaan karantina di rumah singgah, kondisi diagnosa kesehatan orang yang dikarantina belum diketahui, sehingga untuk mendukung percepatan penanganan dilaksanakan Swab Test masal dengan menggandeng IDI serta RSPTN Universitas Udayana. Mengenai hasil nya dalam 2 atau 3 hari kedepan akan keluar,” jelasnya.

Baca Juga:  Selly Mantra: keberhasilan Anak Ditentukan Peran dan Cinta dari Orang Tua

“Tentu kami berharap dengan adanya bantuan dari RSPTN Unud ini kondisi status PMI akan lebih cepat kita ketahui apakah yang bersangkutan Positif atau Negatif covid 19. Tentu dengan kegiatan ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, serta memberikan informasi akurat tentang diagnosa kesehatan orang yang sedang mengikuti karantina,” jelasnya.

Baca Juga:  Koster Minta Lembaga Desa Adat Dikelola Baik, Lurus, dan Tulus

Selebihnya Dewa Rai menegaskan yang menjadi ancaman dalam percepatan penanganan covid 19 di Denpasar adalah kasus transmisi lokal. “Kasus transmisi lokal lebih sulit ketika akan dilakukan tracing karena kontak antara orang bisa sangat luas dan banyak,” katanya. (sgt/kb)