Gebrak Masker, Program untuk Memutus Penularan Corona

Badung Sosial Tokoh
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster

MANGUPURA, Kilasbali.com – PKK Gebrak Masker salah satu program terbaru yang saat ini menjadi prioritas dalam memutus penyebaran dan penularan virus corona, di mana semua orang wajib menggunakan masker.

Hal ini disampaikannya Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber pada dialog interaktif dengan topik “Kreativitas Ibu-ibu di Masa Pandemi Covid-19” di salah satu radio swasta, Kuta-Badung, Selasa (1/9/2020).

Putri Koster mengatakan, Gebrak Masker ini memberikan inovasi bagi dirinya untuk kembali menggerakan UMKM yang sebagian besar saat ini tiarap di masa pandemi, sehingga pihaknya mengajak semua kader PKK se-Bali untuk aktif, inovatif dan kreaktif yakni dengan prinsip pembuatan masker dari Bali – oleh Bali – dan untuk masyarakat Bali.

Baca Juga:  Penerbitan Aturan di Masa Pandemi Bukan untuk Mencari Kesalahan Masyarakat

“Semakin banyaknya kasus yang tercatat menyebabkan keprihatinan bagi banyak pihak, salah satunya Tim penggerak PKK dimana semakin banyaknya pelaku UMKM yang tiarap akibat pariwisata yang tertutup,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya meminta agar para kader PKK, khususnya ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam rumah tangga di masa pandemi ini agar tidak lemah.

“Pergerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga yang berada di bawah Dinas PMD, karena tupoksi kinerja TP PKK sebagai ex officio pimpinan daerah adalah mensosialisasikan program pokok PKK hingga perencanaan kesehatan keluarga. Terutama saat pandemi kita semua bisa keluar dari masalah,” tuturnya.

Baca Juga:  Putri Koster Ajak Pertahankan Tabanan sebagai Lumbung Padi Bali

Lanjut dia, sebagai seorang ibu yang merupakan penjaga benteng keluarga harus aktif. “Jangan diam jangan patah hati di tengah pandemi. Tumbuhkan semangat untuk mengajak anggota keluarga berperan dalam menciptakan kreasi baru yang dapat mendatangkan pemasukan sehingga mampu menyambung perekonomian, kreatif menumbuhkan cara-cara untuk mendatangkan uang atau pemasukan saat masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pergerakan terbatas,” ajaknya. (rls/kb)