Gegara Longsor dan Banjir, Pipa Distribusi PDAM Tabanan Rusak

News Update Tabanan
Foto : Pipa penidstrian air PDAM yang rusak.

TABANAN, Kilasbali.com – Hujan deras yang melanda wilayah Tabanan sejak Jumat malam (9/10/2020) hingga Sabtu (10/10/2020) mengakibatkan proses perindustrian air Perumda Tirta Amertha Buana mengalami gangguan.

Hal tersebut disampaikan Humas Perumda Tirtha Amertha Buana, Wayan Agus Suanjaya, sejumlah pipa distribusi mengalami kerusakan karena musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi.

Pihaknya mendata, hampir di seluruh unit pelayanan mengalami gangguan pendistribusian air kepada pelanggan, terrkecuali Unit Baturiti yang hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.

“Gangguan terparah terjadi di Unit Pelayanan Kerambitan, dimana pompa di IPA Telaga Tunjung tidak bisa bekerja sekitar 6 sampai 8 jam karena banjir,” jelasnya Suanjaya, Senin (12/10/2020).

Baca Juga:  Fluktuatif, Sembuh Tambah 17 dan Positif 20 Orang

Suanjaya mengatakan rumah pompa di sumber Batuaji juga tenggelam akibat volume air yang begitu tinggi. Pipa di jembatan Yeh Malet juga putus akibat tergerus tanah longsor. Begitu juga pipa distribusi di daerah Serampingan yang putus akibat longsor.

Hal ini menyebabkan sekitar 8.000 pelanggan di wilayah Unit Kerambitan terdampak mulai dari daerah Tangguntiti, Beraban, dan sekitarnya.

“Di Unit Pelayanan Bajra pompa di IPA Lalanglinggah dan IPA Antap juga tidak bisa bekerja selama 6 hingga 8 jam Kemudian di unit Penebel, gangguan terjadi di sumber Riang Gede, dimana pompa tidak bisa bekerja karena terkena banjir. Disamping itu pipa 8, pipa 10, dan pipa transmisi juga mengalami gangguan,” paparnya.

Baca Juga:  Rai Mantra Semangati Satgas Covid-19 Desa Padangsambian Kelod dan Kelurahan Pemecutan

Untuk di Unit Pelayanan Kota, gangguan terjadi di daerah Barat Terminal Kediri, dimana pipa 6 milik Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan putus karena tergerus longsor yang menyebabkan jalan penghubung Banjar Sanggulan Desa dan Banjar Anyar. Namun saat ini perbaikan tengah dilakukan dan sudah melakukan perindustrian air melalui tangki.

Selain itu, pompa di IPA Nyanyi juga sempat tidak bisa bekerja akibat volume air yang tinggi dan pipa di Jembatan Abiantuwung juga terputus. Terakhhir di Unit Pelayanan Penebel terdata ada pipa 2 yang putus akibat longsor.

Baca Juga:  PTM, SMK di Tabanan Tunggu Restu Bupati Eka

Namun Saat ini seluruh gangguan yang terjadi sudah dalam proses perbaikan dan normalisasi, sehingga pelanggan diminta untuk memaklumi kondisi yang terjadi akibat gangguan yang terjadi disebabkan oleh faktor alam yang tidak bisa diprediksi.

“Maka dari itu, pelanggan juga diminta untuk melakukan antisipasi apabila terjadi gangguan pendistribusian air bersih dengan cara menampung air saat air mengalir,” tuturnya Suanjaya. (rls/kb)