Generasi Muda Jangan Gengsi Bertani dan Berkebun

Gianyar
Foto : Sayuran yang subur di Pekenbibit, Jalan Antugan, Banjar Badung, Desa Malinggih Payangan.

GIANYAR, Kilasbali.com – Wabah Covid-19 secara perlahan kmulai merubah pola hidup masyarakat. pun demkian di media sosial, trend berselfie di mall dan resto, kini langsung berubah ke kegiatan memasak di rumah hingga kegiatan pertanian dan ngebolang lainnya di tegalan dan persawahan. Tak hanya sekedar upload di medsos, momentum wabah Covid-19 ini juga diharapkan menggugah kalangan anak muda untuk melirik sektor pertanian ini.

Kepala Dinas Pertanian da Kehutanan Kabupaten Gianyar, Made Raka mengatakan, sektor pariwisata yang selama ini menjadi lokomotif pembangunan sudah terdampak cukup besar.

Kini menjadi saat yang tepat bagi kaum milenial untuk kembali ke pertanian. Baik itu menyangkut produksi, budi daya, pemasaran, serta distribusinya.

Baca Juga:  Bagikan Masker Gratis, Yowana Ubud Ingatkan Prokes

“Saya mengajak generasi muda untuk mencintai pertanian, peduli kepada kemajuan pertanian. Dalam situasi mewabahnya virus Covid-19 ini dengan bertani seperti menanam sayur-sayuran sudah cukup sebagai  tahap awalnya,” ajaknya.

Pihaknya berpesan kepada generasi muda untuk membuang jauh rasa gengsi. Karena bertani dan berkebun kini menjadi trend di media sosial dan harus diaktualisasikan.

Terlebih lagi saat ini banyak pekerja muda yang dirumahkan, kesempatan ini dapat digunakan untuk bertani khususnya bagi yang memiliki lahan yang mencukupi untuk bertani.

Baca Juga:  Gandeng KJG, BIN Bagi-bagi Masker di Ubud

“Generasi muda kami harapkan agar tidak gengsi, malu, ataupun takut untuk bertani. Manfaatkan lahan yang ada untuk memulai untuk bertani, walaupun hanya untuk menanam sayur sayuran, apalagi kan saat ini banyak dirumahkan dari pekerjaannya akibat Covid-19,” ujarnya.

Bilapun tidak memiliki lahan pertanian seperti sawah, kata dia, dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai atau yang lainnya. “Contohnya bisa menanam cabai di pekarangan rumah, tidak harus memiliki sawah. Cukup di pekarangan rumah saja,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Made Raka, saat ini dengan bertani atau berkebun juga dapat memenuhi kebutuhan di saat ekonomi yang sulit ini. “Dengan berkebun ini kan dapat mencukupi kebutuhan, seperti menanam cabai, sayur mayur, atau buah buahan,” pungkasnya. (ina/kb)