Gianyar Masih Zona Merah, Sekolah Tatap Muka Ditunda

Gianyar Pendidikan
Foto: Siswa keluar dari salah satu SMP di Gianyar saat proses simulasi.

GIANYAR, Kilasbali.com – Meningkatnya tren jumlah maysarakat positif Covid-19 memembuat Pembalajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2020/2021 yang telah disimulasikan harus ditunda.

Penundaan ini didasari permintaan Bupati Gianyar dan situasi kabupaten Gianyar sendiri masih dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra mengungkapkan, secara nasional sebagian besar ditunda, dan di Gianyar, surat dari bupati juga meminta dilakukan penundaan. Penundaan ini diberlaukan  sampai menunggu penurunan kasus Covid-19.

Baca Juga:  Pariwisata Gianyar di Titik Minus, Kewirausahaan Digenjot

“Di Gianyar hingga saat ini dari laporan harian zonasi Covid-19, masih zona merah bersama tiga kabupaten lainnya Jembrana, Tabanan, Badung. Kami tidak tau sampai kapan, penundaan ini seluruh Indonesia hasil rakornas demikian,” ujarnya, Senin (4/1/2021).

Sementara kuota data gratis untuk siswa masih tetap berjalan sama seperti tahun sebelumnya. Di mana sebelumnya kuota internet disiapkan dari pusat sebesar 35 GB namun saat ini disiapkan dari dana BOS.

“Sekolah sudah mempersiapakan semuanya. Jadi seandainya nanti tidak ada kuota gratis dari pusat, pihak sekolah telah mempersiapkannya dari dana BOS,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Pretima Berceceran di Bendungan Bandung

Sedangkan kuota dari dana BOS tersebut diperuntukan untuk siswa SD dan SMP, sementara TK melalui BUP. Besar kuota yang diberikan beragam.

“Setiap sekolah berbeda-beda tergantung anggaranya, ada Rp 40 ribu ada Rp 30 ribu tergantung dana BOS di sekolah,” jelasnya.

Lanjutnya, pembelajaran tahun 2021 sistemnya tidak jauh berbeda dari pembelajaran tahun sebelimnya selama Covid-19. Pihaknya juga akan menurukan surat edaran.

Baca Juga:  BPBD Gianyar Imbau Warga Waspada, Cuaca Ekstrim Diprediksi Hingga Februari

“Sistem daring seperti dari awal, nanti saya juga turunkan surat edaran sesuai petunjuk pak buapti,” pungkasnya. (ina/kb)