Hadiri HUT ke-69 SMANSA Singaraja, Gubernur Koster Kenang Masa Lalu

Buleleng Pendidikan
Foto: Gubernur Koster berfoto bersama saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 SMA Negeri 1 Singaraja (Smansa), Jumat (25/10/2019) pagi.

BULELENG, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 SMA Negeri 1 Singaraja (Smansa), Jumat (25/10/2019) pagi.

Pada kesempatan ini, Gubernur Koster menyatakan rasa senang karena bisa kembali menginjakkan kaki di sekolah negeri pertama yang ada di Kota Singaraja.

Bukan tanpa alasan pernyataan tersebut, hal ini karena Gubernur Koster merupakan alumnus dari SMA Negeri Singaraja (sebelum akhirnya menjadi SMA Negeri 1 Singaraja-red).

Gubernur Koster mengatakan jika dirinya tidak akan bisa melupakan kenangan selama mengenyam pendidikan di Smansa Singaraja. Ia bahkan mengatakan, jika Smansa Singaraja memberi kesan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

“Saya menyadari betul, Smansa telah mendidik saya dan menjadi bagian hidup saya yang memberi kesan cukup dalam ketika mengikuti pendidikan di sekolah ini,” ujarnya.

Diceritakan Gubernur Koster yang berasal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini, selain mengikuti pendidikan di kelas, dirinya juga mengikuti ekstra “menabuh”. Meski demikian, ia mengakui pelajaran yang paling disukainya ialah Matematika.

“Dulu saya jarang belajar di sekolah, lebih banyak belajar di rumah. Kadang bolos juga, boncengan sama teman ke Air Sanih. Dulu saya bandel orangnya, jangan diikuti ya kalau masalah bolos ini,” ujar Gubernur Koster disambut gelak tawa keluarga besar Smansa Singaraja yang memadati lapangan sekolah.

Meski demikian, Gubernur Koster mengatakan jika dirinya termasuk siswa yang pintar. Bahkan dirinya gemar mempelajari mata pelajaran yang belum diajarkan di kelas oleh gurunya.

“Saya selalu mempelajari lebih dulu sebelum diajarkan di sekolah. Bahkan saat kelas 1 saya sudah membeli buku kelas 3 untuk dipelajari. Matematika, fisika, kimia dan biologi mata pelajaran yang saya pegang erat-erat. Pelajaran yang paling tidak saya suka yaitu menggambar, saya tidak pernah dapat nilai bagus kalau urusan menggambar,” celetuknya sambil tertawa.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengaku senang menjadi bagian dari SMA Negeri 1 Singaraja. Menurutnya, kualitas guru-guru di Smansa Singaraja sangat bagus.

“Saya senang bersekolah di Smansa dan mendapat guru yang baik dalam memberi pelajaran. Bahkan dulu saya pernah diajukan menjadi pelajar teladan. Saya sampai berpikir, kok bisa saya yang diajukan padahal saya bandel dan sering bolos. Kita harus menghargai guru, karena merekalah kita bisa menjadi orang seperti saat ini. Kita harus hormat kepada guru,” ujarnya.

Kehadiran Gubernur Koster di Smansa Singaraja dimanfaatkan untuk menyampaikan program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang tertuang dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala.

Visi ini bertujuan untuk menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang dilaksanakan dengan konsep kearifan lokal, yakni Sad Kerthi.

Visi ini dimaksudkan untuk menuju suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali yang tata-titi tenteram kerta raharja, gemah ripah loh jinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 (tiga) dimensi utama, yaitu: dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali atau Genuine Bali. Dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan dimensi ketiga, merupaka manajemen resiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

“Pemerintah Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap diimplementasikan di antaranya dalam bidang Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan, Pendidikan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Adat, Agama, Tradisi, Seni Budaya serta Pariwisata,” ujarnya.

Beberapa kebijakan yang telah dilaksanakan seperti pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, sedotan dan styrofoam yang tertuang dalam Pergub Nomor 97 tahun 2018. Sejak dicanangkan, Pergub yang pertama ada di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah, bahkan dunia internasional.

Selain itu Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Menurut Gubernur Koster, kebijakan ini mampu meningkatkan omzet perajin, perajin dan pedagang busana adat Bali.

“Pergub ini mampu membawa dampak positif bagi pelaku usaha busana adat Bali, omzetnya semakin meningkat,” ujarnya.

Tak hanya itu, saat ini tengah disusun kebijakan Bali Energi Bersih. Dengan diberlakukannya kebijakan ini, maka seluruh pembangkit listrik yang ada di Bali diharuskan menggunakan energi bersih.

“Kita akan menerapkan Bali mandiri energi dan yang digunakan harus energi bersih. Saya ingin bali mandiri energi agar tidak bergantung dari luar Bali. Semua pembangkit tenaga listrik yang masih menggunakan minyak bumi dan batubara, di tahun 2020 harus mengganti dengan energi bersih. Selain itu tengah dirancang kebijakan penggunaan kendaraan listrik di Bali. Industrinya akan kita bangun di Jembrana,” kata Gubernur Koster.

Terakhir, lanjutnya, bidang infrastruktur juga menjadi fokus kepemimpinannya. Menurut Gubernur Koster, infrastruktur darat, laut dan udara menjadi program prioritas Pemprov Bali.

“Shortcut Singaraja-Mengwitani sudah berjalan, titik 3-4 dan 5-6 astungkara selesai tahun ini. Di tahun 2020 dilanjutkan sisanya (titik 1-2, titik 7-8, titik 9-10) dan tambahan titik 11-12 di wilayah Bangkiang Sidem, Sukasada. Selain itu, Penataan kawasan Pura Besakih, Pelabuhan Segitiga Emas yang meliputi Dermaga Sanur (Denpasar Selatan), Dermaga Sampalan (Nusa Penida, Klungkung), dan Dermaga Bias Munjul Ceningan (Nusa Penida, Klungkung) serta pembangunan Pusat kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung. Itu semua akan kita laksanakan, mohon dukungan dan doanya agar semua berjalan dengan lancar, ” katanya. (rls/kb)