Harga Babi Naik, Tradisi Mepatung Tak Dilaksanakan

Gianyar Seni Budaya
Foto :  Daging babi.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di masa pandemi Covid-19, harga babi dipastikan naik di Hari Raya Galungan. Komsumsi daging babi pun diprediksi bakal menurun. Tradisi mepatung di desa-desa pun banyak yang tidak dilaksanakan karena daya beli masyarakat yang turun. Masyarakat pun terpaksa mengurangi pemanfaatan daging babi, dan mengunakan daging ayam sebagai alternatif.

Dari pengakuuan sejumlah sekeha patungan babi di pedesaan, persiapan menyambut Hari Raya Galungan, masyarakat akan mengurangi pembelian daging babi.

Bahkan ada yang akan mengantikan konsumsi daging babi dengan daging ayam broiler, yang lebih terjangkau. Mahalnya harga daging babi menyebabkan banyak kelompok mepatung tidak akan memotong babi pada Hari Penampahan Galungan.

Baca Juga:  Tak Hanya Dijerat Hukum, Komplotan Pemerkosa Disanksi Pecaruan

Salah satu Ketua Kelompok Mepatung, di Petulu Gunung, Ubud, I Ketut Supri mengaku tidak akan memotong babi saat penampahan Galungan. Hal ini karena banyak anggotanya tidak akan membeli daging babi.

Disebutkan bahwa dengan memotong seekor babi, maka pengeluaran warga Rp 375 ribu/anggota.

“Ini kalau babi potong dengan berat 100kg, kalau lebih bias sampai Rp 400 ribu per anggota. Inipun baru pengeluaran daging babi saja, belum lagi akan mengeluarkan biaya bumbu, daging itik, ayam dan sarana upacara lainnya. Biaya untuk upacara Hari Raya Galungan bisa mencapai Rp 1 juta per kepala keluarga,” tuturnya, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, 'Jaja Uli' Selamatkan Warga Batur Sari

Tukang jagal babi, I Made Mawa menyebut hal yang sama. Biasanya tiap Galungan dirinya memotong babi sampai 50 ekor. Namun kali ini hanya sekitar 25 ekor, itupun untuk berjaga-jaga kalau ada yang membeli.

Biasanya 10 hari menjelang Galungan sudah ada warga yang memesan daging, namun kali ini sepi pesanan.

“Butuh modal besar, belum lagi permintaan tidak sebesar Galungan sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Mobil Terbalik Hantam Pohon Kamboja, Astungkara Pengemudi Selamat

Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Gianyar, Ngakan Putu Readi mengatakan, untuk kebutuhan babi untuk Galungan di Gianyar mencukupi. Ketersediaan babi di Gianyar 20.466 ekor dengan produksi daging 12.280 kg.

Sedangkan kebutuhan untuk Gianyar dengan penduduk 516.300 dengan perkiraan jumlah KK 103.260, dengan asumsi 10 KK membutuhkan babi satu ekor, sehingga Gianyar membutuhkan babi 10.326 ekor.

Sedangkan dipasaran harga daging babi lebih dari Rp 85 ribu, sedangkan harga normal sekitar Rp 55ribu. (ina/kb)