Harga Lebih Murah Ibu-ibu Rumah Tangga Serbu Pasar Gotong Royong Desa Adat Sukawati 

Gianyar Sosial
Foto : Harga lebih murah, Pasar Gotong Royong Desa Adat Sukawati diserbu ibu-ibu rumah tangga

GIANYAR, Kilasbali.com – Jelang Hari Raya Galuangan, harga kebutuhan pokok khususnya perlengkapan upacara dan komoditi lain kerap melonjak. Kendatipun di tengah pandemi Covid-19 ini, para pedagang “nakal” pun kerap memainkan harga.

Namun mereka kini tak bisa berkutik lagi. Karena pasar gotong royong kini intensif  digelar pemerintah, parpol hingga desa adat. Seperti haknya Pasar Gotong Royong yang digelar Desa Adat Sukawati  di Wantilan Jaba Pura Dalem Gede, Rabu (9/9/2020).

Warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang mengetahui adanya pasar gotong royong segera menyerbu lokasi pasar ini. Tampak mereka berebut kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih serta produk lainnya.

Baca Juga:  Menteri Kelautan Dukung Pengembangan Hasil Laut Bali

“Di Pasar ini harganya  lebih murah dari pasaran. Jadi kami bisa lebih hemat dan sisanya bisa untuk kebutuhan  lainnya, “ungkap Ibu Wayan Budiasih.

Bendesa Adat Sukawati, I Nyoman Suantha mengatakan, pasar murah ini sujatinya digelar oleh Perusahaan Daerah Provinsi Bali. Sementara pihak desa adat hanya membantu sosialisasi dan memfasilitasinya. Pihaknya pun bersyukur dengan respon kramanya, karena sejak mulai dibuka pukul 08.00 WITA, masyarakat sudah berdatangan.

“Dari segi harga lebih hemat seribuan dari harga pasaran. Biasanya ibu-ibu sudah memperhitungkan kemamauannya sebelum belanja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pariwisata Gianyar di Titik Minus, Kewirausahaan Digenjot

Sementara itu, Kepala Koordinator Lapangan Pasar Gotong Royong untuk Desa Adat, Ida Bagus Nyoman Devina Yesa mengatakan, pasar ini memangkas biaya distribusi. Karena menjual produk dari petani langsung ke konsumen. Dengan sasaran Desa Adat se Bali, sebutnya, hingga saat ini baru digelar di 5 desa adat.

Diantaranya, sebut dia, Desa Kemenuh, Desa Sukawati, Desa Adat Jro Kuta Pejeng, Desa Aan Klungkung. “Harga produk yang dipasarkan ada yang memang lebih  murah dan ada yang menyesuaikan harga pasar,” jelasnya.  (ina/kb)