Hari Saraswati, Banyu Pinaruh dan Pagerwesi Diawasi Satgas Desa Adat dengan Penerapan Prokes Ketat

Denpasar Seni Budaya
Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana

DENPASAR, Kilasbali.com – Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar mengeluarkan imbauan bernomor 25/MDA-DPS/I/2021 mengatur tentang pelaksanaan Hari Saraswati, Banyu Pinaruh dan Hari Pagerwesi sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 pada klaster upacara adat dan keagamaan.

Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Rabu (27/1/2021) menjelaskan Umat Hindu akan melaksanakan rangkaian upacara keagamaan yakni Hari Saraswati yang jatuh pada 30 Januari 2021, Hari Banyu Pinaruh yang jatuh sehari setelah Hari Saraswati yakni pada 31 Januari 2021 dan Hari Pagerwesi pada 3 Februari 2021.

“Mengingat saat ini masih pada masa pelaksanaan PPKM, dan pandemi Covid 19, maka dipandang perlu dikeluarkannya imbauan sebagai pedoman bagi umat Hindu di Kota Denpasar dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” ujar Sudiana.

Baca Juga:  Road to BBTF 2021, 64 Buyers Sudah Daftarkan Diri

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada intinya seluruh rangkaian upacara dapat dilaksanakan. Hanya saja penerapan protokol kesehatan wajib diperketat. Sehingga mampu menjadi langkah antisipasi adanya penularan Covid-19 akibat klaster upacara adat dan keagamaan.

“Rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat, baik itu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman dan tidak berkerumun, nantinya rangkaian tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 di Desa Adat,” jelasnya

Gung Sudiana merinci secara teknis saat Hari Saraswati, masyarakat diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah baik di merajan maupun di sanggah masing-masing. Selain itu, rangkaian hari suci yang memperingati turunya ilmu pengetahuan ini digelar lebih singkat tanpa adanya rembug sastra.

Baca Juga:  Disiplin Diet Kantong Plastik Menurun, Pemprov Kumpulkan Pengelola Pasar di Denpasar

Untuk Banyu Pinaruh, masyarakat diimbau untuk tidak ke pantai atau tempat umum lainya, melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah.  Dimana, secara umum upakara  pengelukatan akan dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar di Pantai Padanggalak untuk nantinya Tirta Pengelukatan dibagikan kepada masyarakat Kota Denpasar melalui Desa Adat.

“Dari imbauan ini juga kami sampaikan bahwa bagi Desa Adat yang diwilayahnya terdapat pantai atau beji tempat melukat agar melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta melaksanaman penjagaan pintu masuk dan mengimbau krama desa adat untuk tidak melaksanakan pengelukatan di Pantai saat Hari Banyu Pinaruh,” ujarnya

Sedangkan untuk Hari Pagerwesi Sudiana mengatakan secara umum pelaksanaanya tetap memperhatikan dresta di masing-masing desa adat.

Baca Juga:  Jaya Negara Tinjau Posko Penyekatan Mudik, Mobilitas Pemudik Tahun Ini Turun

“Tentunya imbauan ini merupakan sebuah upaya untuk dapat dipedomani dalam melaksanakan upacara adat dan keagamaan dengan tetap menyesuaikan dresta di masing-masing desa adat, sehingga upaya untuk mendukung penanganan dan mencegah penularan Covid-19 dapat dioptimalkan,” pungkasnya. (sgt/kb)