Rayakan Valentine, FKRH Jembrana Serahkan Sembako Kepada Para Pemangku

Jembrana Sosial
Foto: Sejumlah anak muda saat menyerahkan bantuan dan memeriksa kesehatan kelurga Jro Mangku I Made Suartika di Belr Bale Agung Jumat (14/2/2020).

JEMBRANA, Kilasbali.com – Di tengah euphoria velentine yang dilakukan kalangan anak muda, ada sekelompok anak muda di Jembrana yang mengisi moment hari kasih sayang tersebut dengan berbagi kepada umat yang membutuhkan.

Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Remaja Hindu (FKRH) Jembrana Jumat (14/2/2020) memberikan bantuan kepada keluarga jro mangku yang kini membutuhkan uluran tangan.

Berbeda dengan anak muda yang merayakan valentine dengan membai coklat atau bunga, sejumlah anak muda yang berasal dari sejumlah desa/kelurahan justru berswadaya untuk berbagi dengan keluarga pemangku yang kini tengah membutuhkan uluran tangan.

Mereka menyerahkan paket sembako, keperluan upakara dan juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat. Seperti yang diserahkan kepada keluarga salah satu Pemangku Pura Jagatnatha Jembrana, Mangku I Wayan Narma (58).

Sejak tertimpa musibah, rumah bantuan bedah rumah dari Pemprov Bali yang dihuninya sejak 2014 ludes terbakar pada rahinan umanis anggara kasih Julungwangi Rabu (5/2/2020) siang, kini mantan Kelihan Adat Tegalasih ini bersama Mangku Istri Ni Ketut Parini (56) menempati tenda darurat bantuan Dinas Sosial.

Bahkan ia mengaku saat musibah tersebut, seluruh harta bendanya ludes terbakar termasuk genta yang biasanya digunakan untuk muput upakara. Bahkan mangku istri sempat syok mengetahui rumahnya terbakar.

Mangku I Wayan Narma mengatakan pasca kebakara rumah sederhana seluas 5 meter x 7 meter yang dipicu percikan api dupa tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan agar bisa kembali diberikan bantuan hunian.

“Semuanya terbakar, termasuk genta dan surat-surat berharga, semuanya di dalam. Sekarang di tenda bantuan, kalau siang tidak kuat karena panas di dalam. Kami berharap bisa segera kembali mendapatkan bantuan tempat tinggal untuk berteduh. Apalagi kondisi istri saya yang sering sakit,” tandasnya.

Begitupula saat menyerahkan bantuan ke keluarga salah satu pemangku Pura Dang Khayangan Majapahit Jembrana, Jro Mangku I Made Suartika (73) dan Jro Mangku Istri Ni Komang Subakti (55) yang sejak delapan bulan terkahir menghuni salah satu kamar di rumah kost di Jalan Wijayakusuma, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, keluarga ini nmengaku kini akan bersiap lagi untuk berpindah tempat tinggal.

“Sejak delapan bulan diajak keponakan di sini, tetapi sekarang katanya akan direnovasi karena rusak” ujar Jro Mangku Suartika.

Bahkan ditengah kewajibannya untuk memimpin upakara dan persembahyangan, Jro Mangku Suartika harus rutin untuk control ke dokter. “Oleh dokter di rumah sakit saya di bilang kena Parkinson, sekarang tiap minggu berobat ke rumah sakit,” ujarnya.

Begitupula Jro Mangku Istur Ni Komang Subakti mengakui kalau menderita tekanan darah rendah. “Saya masih tetap jualan kecil-kecilan di depan,” ujar pedagang jajanan Bali ini.

Sementara Ketua Harian FKRH Jembrana mengatakan langkah ini sebagai bentuk kepedulian kepada tokoh umat. Menurutnya valentine tidak hanya harus dirayakan dengan evoria, seperti yang dilakukan komonitasnya yang memilih untuk berbagi kasih kepada keluarga pemangku yang tengah tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan.

“Kami memilih cara beda, ini juga bentuk kasih sayang kami sebagai senerasi muda. Bagaiman kami berswadaya untuk bisa memberikan manfaat ke masyakarat. Terlebih menjelang hari raya Galungan. Beberapa hari kedepan kami masih akan mengunjungi sudara-saudara kita yang lain,” tandasnya. (gus/kb)