Hujan Gerimis, Operasi Yustisi di Kintamani Jaring Tujuh Warga

Bangli Sosial
Hujan Gerimis, Operasi Yustisi di Kintamani Jaring Tujuh Warga

BANGLI, Kilasbali.com – Kegiatan operasi yustisi gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangli kembali dilaksanakan di seputaran Obyek Wisata Penelokan , Kintamani, Bangli, Sabtu (19/12/2020)

Cuaca gerimis tak menyurutkan niat tim yustisi untuk melaksanakan tugasnya dalam mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di obyek wisata Kintamani sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati Bangli Nomor 39 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan.

Pada kesempatan tersebut Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S. I.P., mengatakan kegiatan operasi gabungan tersebut dilaksdanakan rutin di wilayah Bangli untuk mencegah penularan COVID-19 dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan di masa Pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Kodim Tabanan Bagi-bagi Masker di Pantai Kelating dan Pasar Kerambitan

“Meskipun hari ini cuaca mulai pagi turun hujan gerimis dan berkabut tapi operasi yustisi tetap kita laksanakan,” ujarnya.

Dijelaskannya, sedikitnya terdapat 38 personel diterjunkan dalam kegiatan ini yang terdiri dari 10 orang TNI, Pimpinan Kapten Chb I Komang Gita, 10 orang dari Polri dipimpin oleh Iptu Wayan Sudiarsa, Satpol PP 9 orang dipimpin oleh Dewa Adnyana Putra, Dinas Perhubungan menurunkan 8 orang personel dipimpin oleh I Nyoman Artawan serta 1 orang dari Staf Kecamatan Kintamani.

Operasi yustisi tersebut berlangsung selama satu jam dan menjaring 7 orang pelanggar tanpa menggunakan masker dan salah menggunakan masker. “Adapun sanksi yang diberikan berupa tindakan disiplin dan teguran simpatik,” terangnya.

Baca Juga:  Dauh Puri Kaja Laksanakan Pemantauan PPKM Strategis

Ditambahkannya, kegiatan pendisiplinan ini akan terus digencarkan terlebih sudah mendekati libur Natal 2020 dan Tahun 2021, yang perlu kita antisipasi guna menghindarkan dari penularan COVID-19. (jus/kb)