“Ibunda Tercinta”, Putri Koster Beberkan FSBJ

Ceremonial Denpasar
Foto: Ny Putri Koster saat kegiatan apresiasi puisi bertajuk "Ibunda Tercinta" serangkaian peluncuran big book yang merupakan kumpulan 64 puisi, disusun oleh Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa dan Wayan Jengki Sunarta, di Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (27/1/2021).

DENPASAR, Kilasbali.com – Istri Gubernur Bali, Ny Putri Koster mengungkapkan bahwa di Bali bukan hanya kesenian tradisional yang dapat dikembangkan, namun kesenian nontradisi juga bisa dilakoni dengan baik.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan apresiasi puisi bertajuk “Ibunda Tercinta” serangkaian peluncuran big book yang merupakan kumpulan 64 puisi, disusun oleh Gde Artawan, Dewa Putu Sahadewa dan Wayan Jengki Sunarta, di Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa keberadaan seni modern memiliki banyak peminat dan membutuhkan wadah sebagai pengembangan diri yang lebih diperhatikan.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir, Tim Sungai dan Tim Katak Desa Sumerta Kelod Bersihkan Saluran Tukad Lobong

“Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster sudah memberikan satu ruang khusus bagi seniman modern, baik itu sastra, teater dan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut mengatakan, seniman modern, baik sastra dan juga teater sudah dibuatkan wadah khusus untuk berkesenian dan menampilkan sejumlah hasil karya kreativitasnya, yakni melalui Festival Seni Bali Jani (FSBJ) yang di dalamnya ada lomba teater, sehingga nanti bisa dikembangkan lagi oleh para seniman sastra modern.

“Melalui seni modern, baik itu seni sastra dan teater mampu membangkitkan karakter yang berbeda dari masing masing pelakonnya. Selain aktivitas seniman, dalam Festival Seni Bali Jani juga ada pameran buku berskala internasional, sehingga penulis lokal akan bisa ikut bergabung untuk memperkenalkan karya tulisnya di sana,” jelasnya.

Baca Juga:  Jaga Citra Pariwisata Budaya, Kadisparda Bali Nilai Deportasi Langkah Menjaga Nama Baik Bali

Dengan turut serta mengadakan pameran buku, kata dia, maka seorang penulis akan bangga dengan hasil kreativitas tangannya sendiri.

“Seniman Bali, pebisnis Bali jadilah tuan di rumahnya sendiri sehingga mampu memperkaya kaedah-kaedah sastra yang nantinya dapat diterima oleh masyarakat Bali sebagai kekayaan daerahnya sendiri. Dan percetakan Bali diharapkan menjadi tempat bagi penulis lokal untuk memajukan karyanya,” tandasnya.

Dalam acara yang bertepatan dengan hari kelahirannya, Putri Suastini Koster juga menyerahkan 1/4 ton beras dan sejumlah uang di Yayasan Peduli Kanker Anak Bali yang mengasuh sebanyak 340 orang anak. (rls/kb)